banner dprd berau

Kemenag Berau Atur Pola Belajar Madrasah Selama Ramadan

Tanjung Redeb – Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Berau, Kabul Budiono, menyampaikan pengaturan pembelajaran bagi siswa madrasah selama bulan Ramadan dilakukan secara fleksibel dengan menitikberatkan pada pembinaan mental dan spiritual.

Dalam keterangannya, Kabul Budiono menjelaskan bahwa pada awal Ramadan, kegiatan belajar mengajar di madrasah diliburkan kurang lebih selama satu minggu pertama.

Selanjutnya, pada minggu kedua dan ketiga, siswa kembali masuk sekolah seperti biasa. Sementara itu, pada minggu keempat hingga memasuki minggu pertama bulan Syawal, siswa kembali diliburkan.

Baca Juga  Program Prioritas Bantuan Stimulan Petani Mulai Berjalan

Meski terdapat masa libur, pihak madrasah memastikan para siswa tidak sepenuhnya dilepas tanpa arahan. Selama berada di rumah, siswa tetap mendapatkan bimbingan untuk memperkuat ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Momentum minggu pertama Ramadan juga dimanfaatkan agar anak-anak memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga, khususnya orang tua.

“Walaupun libur, anak-anak tetap kita arahkan untuk mengisi waktunya dengan kegiatan ibadah dan pembinaan karakter di rumah,” ujarnya.

Baca Juga  Gerak Cepat, Wakil Bupati Berau Tinjau Wilayah Terdampak Banjir di Kecamatan Kelay Dan Salurkan Bantuan

Memasuki minggu kedua dan ketiga saat kegiatan belajar kembali berlangsung, muatan pembelajaran akan lebih difokuskan pada pembinaan keagamaan.

Sejumlah program disiapkan, seperti pesantren kilat, tadarus Al-Qur’an bersama, hingga kegiatan i’tikaf dan salat tahajud yang memungkinkan dilaksanakan pada malam hari.

Menurutnya, pola pembelajaran jarak jauh juga tetap diterapkan selama masa libur, sehingga aktivitas ibadah siswa seperti puasa, mengaji, tadarus, hingga qiyamul lail tetap terpantau oleh guru dan tenaga pendidik.

Baca Juga  Fokus Pemkab Tingkatkan SDM Pelaku UMKM

Dengan demikian, istilah libur tidak diartikan sebagai penghentian aktivitas belajar, melainkan pengalihan fokus pembelajaran dari akademik ke pembinaan spiritual.

Kemenag Berau berharap pengaturan ini dapat menjadikan Ramadan sebagai momentum pembentukan karakter religius siswa madrasah, tanpa mengabaikan proses pendidikan yang berkelanjutan. (Cha)