banner dprd berau

DPRD Berau Perjuangkan Penanganan Luapan Sungai Siagung yang Merugikan Masyarakat

Berau – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Berau, Rudi Parasian Mangunsong, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat terkait permasalahan luapan Sungai Siagung yang berdampak negatif pada lahan pertanian dan perkebunan warga.

Diketahui bahwa warga di Kampung Gunung Sari dan Harapan Jaya, Kecamatan Segah, masih mengeluhkan luapan sungai yang sering terjadi setiap kali curah hujan meningkat. Kondisi ini menyebabkan kerugian signifikan, terutama bagi petani kelapa sawit dan warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai.

Baca Juga  DPRD Berau Upayakan Peningkatan PAD dari Sektor Pariwisata Kepulauan

Rudi menjelaskan bahwa permasalahan ini telah dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Berau pada bulan September lalu. Rapat tersebut diadakan sebagai respons terhadap aduan masyarakat yang kebun kelapa sawitnya terendam banjir selama berhari-hari.

Dalam aduan tersebut, warga menduga bahwa banjir disebabkan oleh pengalihan alur sungai yang dilakukan oleh salah satu perusahaan pertambangan yang beroperasi di wilayah tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan konkret untuk menanggulangi dampak yang ditimbulkan.

Baca Juga  Sambut Ramadan, Fasilitas Masjid Agung Dioptimalkan

“Kami tidak ingin hanya menerima laporan dari masyarakat. DPRD akan memastikan bahwa permasalahan ini benar-benar ditangani secara serius. Jika diperlukan, kami akan turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi sebenarnya,” tegas Rudi.

Ia juga meminta agar pemerintah kecamatan segera mengambil langkah cepat dengan memfasilitasi pertemuan antara warga dan pihak perusahaan. Langkah ini diharapkan dapat menghasilkan solusi yang adil dan permanen bagi masyarakat yang terdampak.

Baca Juga  Wakil Bupati Berau Tinjau Jalan Putus di Km 72, Penanganan Darurat Segera Dilakukan

Menurutnya, komunikasi dan koordinasi lintas pihak sangat penting agar penanganan banjir tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga menyelesaikan akar permasalahan di lapangan.

“Pemerintah kecamatan tidak boleh pasif. Harus ada tindakan nyata, jangan sampai warga terus dirugikan akibat lambatnya penanganan,” imbuhnya.

Rudi menegaskan bahwa DPRD Berau akan terus mengawal penyelesaian permasalahan Sungai Siagung hingga tuntas, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan tenang tanpa kekhawatiran akan dampak banjir yang berulang. (Adv/ms)