banner dprd berau

Pembangunan Kecamatan Kelay Harus Merata, DPRD Soroti Ketimpangan Tiga Wilayah

Kelay – Persoalan pemerataan pembangunan di Kecamatan Kelay kembali menjadi sorotan dalam forum pembahasan bersama pemerintah daerah dan OPD teknis. Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, menegaskan bahwa Kelay tidak bisa dipandang sebagai satu wilayah tunggal, melainkan terdiri atas tiga bagian yang memiliki karakter dan kebutuhan berbeda, yakni jalan poros, kawasan Sungai Kelay yang dihuni sejumlah kampung, serta wilayah Lesan. Setiap wilayah memiliki tantangan unik mulai dari aksesibilitas hingga jenis ekonomi yang dijalankan masyarakat lokal.

Menurutnya, ketika berbicara soal realisasi pembangunan, pemerintah perlu memperjelas fokus intervensi. “Kalau kita bicara Kelay, Kelay yang mana dulu? Karena ini ada tiga bagian. Maka kebutuhan masyarakat juga harus dilihat merata di tiga wilayah tersebut,” ujarnya. Hal ini penting agar alokasi anggaran tidak terpusat pada satu titik saja dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga  Kebijakan Pusat Ancam APBD Berau 2026, Pemkab Bentuk Tim Lobi

Ia menyebut, aspirasi yang disampaikan masyarakat Kelay sebagian besar masih berkutat pada kebutuhan mendasar. Bahkan, dalam forum tersebut terungkap bahwa beberapa kampung kompak mengusulkan pembangunan jembatan yang sama. Jembatan tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas orang dan barang, sekaligus meningkatkan konektivitas antar kampung untuk mendukung aktivitas ekonomi.

Kekompakan itu, menurutnya, menjadi gambaran jelas bahwa infrastruktur dasar memang menjadi kebutuhan prioritas dan mendesak. Pembangunan yang tepat sasaran akan memberikan dampak positif langsung bagi kesejahteraan warga dan mempercepat pertumbuhan wilayah secara menyeluruh.

Baca Juga  DPRD Berau Mendorong Pemkab Fokus pada Pengembangan Ekonomi Kreatif

Sakirman juga menyinggung kondisi sosial dan politik wilayah pedalaman yang kerap kurang mendapat perhatian. Ia menyebut kampung-kampung dengan jumlah penduduk sedikit dan akses sulit sering kali kurang diminati, baik dalam dinamika politik maupun pembangunan. Padahal wilayah tersebut memiliki potensi sumber daya alam yang bisa dikembangkan jika didukung infrastruktur yang memadai.

Baca Juga  Hambat Ekonomi Bertahun-tahun, Status KBK di Kelay Jadi PR Pemkab Berau

“Operasionalnya tinggi, penduduknya sedikit, akhirnya tertinggal,” katanya. Namun tantangan biaya dan akses tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil tersebut.

Meski demikian, ia tetap memberikan apresiasi terhadap komitmen pemerintah daerah yang dinilai sudah menunjukkan perhatian terhadap Kelay. Namun, ia menegaskan masih ada pekerjaan rumah yang perlu terus didorong agar pembangunan benar-benar dirasakan merata oleh seluruh masyarakat di tiga bagian wilayah tersebut. (Cha/ADV)