Sarpras Kesehatan di Tiga Kampung Sambaliung Diusulkan, Dinkes Berau Janji Kawal Realisasi
Tanjung Redeb – Sejumlah kampung di Kabupaten Berau mengusulkan peningkatan sarana dan prasarana kesehatan akibat ketidakstabilan tegangan listrik yang berdampak langsung pada pelayanan medis dan ketersediaan Puskesmas pembantu. Usulan tersebut datang dari Kampung Long Lanuk, Suaran, dan Tanjung Prangat.
Kepala Kampung Suaran Kecamatan Sambaliung Berau, yang di wakili oleh Staff Kecamatan, menyampaikan bahwa tegangan listrik di wilayah mereka kerap naik turun, sehingga menyebabkan sejumlah peralatan medis seperti alat Web, USB, dan NKG tidak dapat berfungsi secara optimal. Kondisi ini dinilai berisiko merusak peralatan elektronik medis, bahkan dilaporkan sudah ada satu unit alat penyimpanan vaksin yang mengalami kerusakan.
Kemudian, dari Kampung Tanjung Prangat dan Long Lanuk mengeluhkan pengembangan Puskesmas Pembantu (Pustu) di daerahnya guna mendukung pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat. Kondisi fasilitas kesehatan yang ada saat ini dinilai belum memadai untuk menunjang pelayanan yang optimal, baik dari sisi bangunan maupun kelengkapan sarana pendukung.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Lamlay Sarie, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima dan mencatat usulan dari tiga kampung tersebut yang mayoritas berfokus pada pemenuhan sarpras kesehatan.
“Kami melihat ada tiga kampung yang mengusulkan fokusnya terkait sarpras. Terkait kebutuhan yang menjadi fokus masyarakat, ini sudah kami koordinasikan dan insyaallah tahun ini bisa berjalan,” ujarnya.
Lamlay merangkum, untuk usulan dari Puskesmas Suaran yang diwakili Kampung Suaran, terkait pembangunan fasilitas pendukung, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dan pengawalan. Menurutnya, rencana tersebut sebenarnya sudah mulai dibahas sejak tahun lalu dan akan kembali dikawal pada tahun ini.
“Untuk usulan Pustu Tanjung Prangat, sesuai data kami pembangunannya dilakukan pada tahun 2008. Kami akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan insyaallah perencanaannya akan kami kawal melalui APBD Perubahan,” jelasnya.
Sementara itu, untuk Kampung Long Lanuk, Dinkes Berau juga memastikan akan menindaklanjuti usulan yang disampaikan dengan melakukan koordinasi bersama puskesmas setempat.
“Nanti akan kami tindak lanjuti dan koordinasikan dengan puskesmas terkait,” pungkas Lamlay.
Dengan adanya tindak lanjut ini, Dinkes Berau berharap pelayanan kesehatan di kampung-kampung tersebut dapat berjalan lebih optimal dan aman, khususnya dalam menjaga kualitas pelayanan medis. (Cha)











