Suarakan Optimisme Transisi Ekonomi: Fokus ke Hilirisasi dan Ekowisata
Berau – Rencana Pemerintah Kabupaten Berau untuk melakukan transisi ekonomi, beralih dari sektor pertambangan menuju ekowisata dan agroindustri, membutuhkan sinergi kuat dari semua pihak, terutama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau. Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) yang memuat wacana ini mendapat dukungan penuh dari para wakil rakyat yang siap menjadi mitra strategis dalam perumusan kebijakan anggaran.
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menilai bahwa salah satu kunci keberhasilan transisi adalah optimalisasi hilirisasi kelapa sawit. Pemerintah diminta bergerak cepat menarik investor untuk membangun industri pengolahan. Tujuannya agar masyarakat dapat merasakan manfaat langsung, dan tidak hanya menggantungkan harapan pada pariwisata. Meski mengakui keindahan bawah laut Berau mendunia, Dedy menyoroti keterbatasan daya tarik wisata yang ada. Oleh karena itu, ia meminta regulasi di sektor pendukung, seperti peredaran minuman keras, segera ditata ulang karena Perda yang berlaku saat ini dinilai tidak efektif.
“Menurut saya, perda itu harus ditinjau ulang. Kalau memang mau dijadikan sumber PAD, harus jelas pengaturannya. Tapi kalau tidak, lebih baik ditutup sekalian supaya tidak menimbulkan masalah di masyarakat,” kata Dedy.
Dukungan serupa datang dari Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Mangunsong. Rudi mengingatkan Pemkab untuk berani menciptakan produk unggulan dari sektor UMKM, perkebunan, pertanian, atau kelautan, sehingga komoditas yang dibawa kapal keluar Berau tidak hanya hasil tambang. Ia juga menyarankan agar dibuat roadmap pariwisata 10-20 tahun ke depan dengan perencanaan matang.
“Saya sangat optimis transisi ekonomi ini bisa berjalan. SDM kita sudah bagus, tinggal bagaimana niat dan kesungguhan pemerintah daerah untuk mendedikasikan diri sepenuhnya bagi Berau,” kata Rudi.
Rudi juga berpesan agar Pemkab tidak segan belajar dari daerah yang sudah berhasil. “Undang para ahli, pelajari daerah-daerah yang sudah berhasil, seperti Banyuwangi. Jangan malu untuk belajar dan seolah kita memulai dari titik nol lagi, tapi dengan perencanaan matang,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, meminta pemerintah fokus menyiapkan transisi dengan mendorong investasi pada tiga pilar: investor luar negeri, korporasi/patungan modal pengusaha dan masyarakat, serta BUMD.
“Alhamdulillah, masyarakat sudah mulai bergerak, menanam padi, jagung, dan berbagai komoditas lainnya. Itu perkembangan positif,” ungkap Sumadi seraya menyoroti tantangan tingginya harga pupuk dan terbatasnya akses pasar.
Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, menambahkan bahwa porsi anggaran pembangunan harus dievaluasi, dengan meningkatkan alokasi untuk pertanian dan pariwisata. Ia berharap pemerintah fokus menyalurkan anggaran untuk sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, dan tenaga kerja. Subroto juga menekankan kembali pentingnya hilirisasi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan membuka lapangan kerja, mengantisipasi berkurangnya aktivitas pertambangan.
“Kalau kita lihat perjalanan lima tahun terakhir, program Bupati sudah berjalan cukup baik. Hanya saja, porsi anggaran perlu diarahkan secara lebih tepat agar betul-betul menunjang perekonomian masyarakat,” terangnya. (adv/iam)











