banner dprd berau

Perpustakaan Berau Mulai Go Digital, Layanan Manual Beralih ke Sistem Otomatis

Tanjung Redeb – Transformasi digital mulai diterapkan di perpustakaan-perpustakaan di Kabupaten Berau. Melalui penerapan aplikasi Inlislite versi 3.2 dari Perpustakaan Nasional RI, pelayanan perpustakaan kini diarahkan menjadi lebih modern, cepat, dan terintegrasi.

Tak hanya Perpustakaan Daerah, sistem otomasi tersebut juga mulai diterapkan di perpustakaan sekolah hingga perpustakaan kampung. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendorong pengelolaan perpustakaan yang lebih profesional.

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Berau, Sunarto, mengatakan Inlislite bukan sekadar aplikasi, melainkan pintu masuk bagi perpustakaan di Berau untuk bertransformasi ke era digital.

Baca Juga  Rumput Laut Biatan Tembus Pasar Ekspor

“Inlislite versi 3.2 ini bukan sekadar software. Ini kunci agar perpustakaan sekolah dan kampung kita bisa go digital,” ujarnya saat menutup Bimbingan Teknis Inlislite bagi pengelola perpustakaan sekolah dan kampung.

Menurutnya, sistem tersebut memudahkan berbagai pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual. Mulai dari pendataan anggota, proses peminjaman dan pengembalian buku, hingga penyusunan laporan statistik kini dapat dilakukan secara otomatis.

Baca Juga  Pastikan Bersih Narkoba, Puluhan Petugas dan Warga Binaan Rutan Jalani Tes Urin

“Tantangan kita ke depan bukan lagi bisa atau tidak, tetapi mau konsisten atau tidak menerapkannya,” tegasnya.

Selama lima hari pelatihan yang berlangsung pada 22 – 26 Juni 2026 lalu, para peserta dibekali kemampuan mengoperasikan Inlislite. Hasilnya, peserta yang sebelumnya belum memahami penggunaan aplikasi kini telah mampu melakukan katalogisasi koleksi hingga mencetak barcode buku. Sunarto mengingatkan agar seluruh peserta segera menerapkan ilmu yang diperoleh di perpustakaan masing-masing.

Baca Juga  Diskominfo Berau Pantau Sistem Digital 24 Jam Cegah Ancaman Siber

Ia juga meminta pengelola rutin memperbarui data koleksi serta memanfaatkan komunitas atau grup komunikasi sebagai wadah saling berbagi pengalaman ketika menemui kendala. Dispusip Berau, lanjutnya, akan terus memberikan pendampingan teknis agar implementasi sistem digital di seluruh perpustakaan dapat berjalan optimal.

“Dengan layanan yang semakin modern, kami berharap perpustakaan dapat menjadi rumah kedua bagi anak-anak Berau sekaligus pusat literasi yang mengikuti perkembangan teknologi,” pungkasnya.(Cha)