Insinden Kapal Kandas, Wisatawan Masih Datang, Tapi Maratua Khawatir
Tanjung Redeb – Insiden kandasnya kapal wisata asing di perairan Maratua beberapa waktu lalu dinilai belum berdampak langsung terhadap kunjungan wisatawan. Namun, kejadian tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap citra Pulau Maratua sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia jika peristiwa serupa kembali terulang.
Camat Maratua Ashari mengatakan hingga kini aktivitas pariwisata di pulau tersebut masih berjalan normal. Wisatawan, termasuk mancanegara, tetap berdatangan untuk menikmati berbagai destinasi bawah laut yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.
“Sampai saat ini belum terlihat dampaknya di Maratua. Wisatawan masih banyak yang datang terutama wisatawan asing,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah kecamatan juga belum menerima laporan dari pelaku usaha wisata maupun pengelola resort terkait penurunan jumlah tamu akibat insiden tersebut.
Meski demikian, Ashari menegaskan bahwa kejadian kapal kandas tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Apalagi lokasi yang terdampak merupakan salah satu spot wisata bawah laut yang menjadi andalan Maratua.
Ia menjelaskan, penutupan lokasi penyelaman bukan menjadi solusi yang mudah diterapkan karena kawasan tersebut merupakan bagian dari destinasi wisata yang selama ini dikunjungi wisatawan. Selain itu, Maratua masih memiliki sejumlah spot snorkeling dan diving lain yang dapat menjadi alternatif.
“Kita tidak mungkin melakukan penutupan spot. Tapi di Maratua ini ada beberapa spot lain juga yang bisa didatangi wisatawan untuk snorkeling maupun diving. Jadi mereka masih banyak pilihan spot menyelam lainnya,” katanya.
Kendati kunjungan wisata masih stabil, Ashari mengingatkan bahwa kerusakan ekosistem bawah laut yang berulang dapat memengaruhi kepercayaan wisatawan terhadap Maratua. Terlebih, keindahan terumbu karang dan kekayaan biota laut menjadi salah satu alasan utama wisatawan datang ke wilayah tersebut.
“Kalau nanti spot lain juga terkena kejadian serupa, tentunya akan membuat wisatawan berpikir berkali-kali datang ke Maratua, apalagi kalau sampai viral seperti ini,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengambil langkah antisipatif untuk mencegah kejadian serupa terulang. Menurutnya, perlindungan kawasan wisata bawah laut menjadi penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu andalan Maratua.
“Diharapkan Pemkab Berau dan pihak yang berkewenangan bisa segera mengambil langkah. Kami di tingkat kecamatan ini siap berkontribusi jika dibutuhkan,” pungkasnya.(Cha)











