Berau Masuk Status Waspada, Warga Pesisir Diminta Menjauh dari Pantai
Tanjung Redeb – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau bergerak cepat melakukan langkah antisipasi setelah Kabupaten Berau masuk dalam wilayah berstatus waspada tsunami akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang wilayah selatan Mindanao, Filipina, Senin (8/6/2026) pagi.
Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi langsung menginstruksikan seluruh petugas dan relawan di wilayah pesisir untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait potensi tsunami yang diperkirakan tiba pada pukul 08.43 Wita.
“Buat komandan di pesisir segera informasikan dan dampingi masyarakat terkait potensi ini, diperkirakan pada pukul 08.43 Wita,” ujar Ade.
Langkah tersebut dilakukan menyusul rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menetapkan Berau sebagai salah satu daerah dengan status waspada tsunami. Masyarakat diimbau untuk sementara waktu menjauhi kawasan pantai, muara sungai, maupun aktivitas yang berdekatan dengan perairan.
Selain Berau, sejumlah daerah lain di Kalimantan dan Sulawesi juga masuk dalam wilayah yang berpotensi terdampak tsunami dengan status waspada. Sementara beberapa daerah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara berstatus siaga.
Direktur Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa yang terjadi merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” jelasnya dalam rilis resmi BMKG.
Hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa tersebut berpotensi memicu tsunami di sejumlah wilayah Indonesia. Hingga pukul 07.00 WIB, BMKG juga mencatat satu kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar M6,7.
BMKG Berau mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah hingga peringatan dinyatakan berakhir.(Cha)











