DPRD Dorong Pembangunan Intake PDAM di Tanjung Batu untuk Suplai Air Bersih ke Derawan
Berau – Pemerintah Kabupaten Berau dalam hal ini memprioritaskan pembangunan sistem air bersih di wilayah pesisir, khususnya Tanjung Batu dan Pulau Derawan. Hal itu disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau, Dedy Okto dalam acara forum beberapa hari lalu. Beliau menjelaskan bahwa kajian awal telah menunjukkan potensi sumber air yang melimpah di kawasan Tanjung Batu, baik dari air tanah maupun air permukaan yang memiliki kualitas sesuai standar nasional air minum.
Ia menilai persoalan air bersih sudah berlangsung bertahun-tahun dan menjadi kebutuhan dasar yang belum sepenuhnya terpenuhi. Masyarakat di Tanjung Batu, menurutnya, masih mengandalkan air sumur bahkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari. Beberapa wilayah juga mengalami penurunan kualitas air sumur akibat kontaminasi dan salinisasi, terutama di daerah dekat pesisir yang membuat air tidak layak konsumsi tanpa pengolahan khusus.
Dedy mengusulkan agar pembangunan titik intake Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) difokuskan di Tanjung Batu, bukan hanya menarik jaringan dari wilayah lain seperti Merancang. Menurutnya, pendekatan ini akan lebih efisien secara biaya dan mengurangi risiko gangguan distribusi akibat jarak yang terlalu jauh serta kondisi medan yang kompleks.
Dengan adanya sumber intake di Tanjung Batu, distribusi air dinilai bisa lebih efektif menjangkau kampung-kampung sekitar, termasuk Pulau Derawan. Selain jaringan pipa darat yang akan dibangun hingga dermaga, juga direncanakan pembangunan fasilitas pengolahan air yang modern untuk menjamin keamanan dan kualitas yang optimal.
Ia bahkan menyebut distribusi air ke Derawan dapat dilakukan melalui sistem penampungan dan pengiriman menggunakan kapal apabila diperlukan, mengingat keterbatasan sumber air bersih di pulau tersebut. Rencana ini akan dilengkapi dengan pembangunan tangki penampungan berkapasitas besar di Pulau Derawan untuk menjamin pasokan stabil selama musim kemarau atau kondisi darurat.
Menurutnya, infrastruktur dasar seperti air bersih harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah, karena menyangkut kebutuhan mendasar masyarakat. Selain berdampak positif pada kesehatan masyarakat, ketersediaan air bersih yang memadai juga akan menjadi daya tarik bagi investor dan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
“Kasihan masyarakat bertahun-tahun minum air sumur dan air hujan. Ini harus jadi perhatian serius,” tegasnya. (Cha/ADV)











