Gratispol Jadi Langkah Pemprov Kaltim Cetak Generasi Unggul
Tanjung Redeb – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menegaskan Program Gratispol bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan investasi jangka panjang Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai fondasi pembangunan daerah di masa depan.
Hal tersebut disampaikan Rudy saat berdialog dengan mahasiswa, tenaga pendidik, dan masyarakat di Kabupaten Berau. Menurutnya, pendidikan menjadi jalan utama untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus mempersiapkan generasi yang mampu melanjutkan pembangunan Kalimantan Timur.
“Kami meyakini bahwa investasi terbaik yang dapat dilakukan pemerintah adalah investasi pada sumber daya manusia,” ujar Rudy.
Ia mengutip pesan Presiden ketiga Republik Indonesia, BJ Habibie, yang menekankan bahwa kemajuan suatu daerah tidak boleh hanya bergantung pada kekayaan sumber daya alam karena suatu saat akan habis. Sebaliknya, pembangunan harus bertumpu pada kualitas sumber daya manusia.
“Untuk membangun sebuah negeri, jangan pernah mengandalkan sumber daya alam. Sumber daya alam itu akan habis. Yang harus dibangun adalah sumber daya manusianya. Karena itu kami sadar, yang mampu memutus rantai kemiskinan dan kemunduran adalah pendidikan,” katanya.
Rudy menjelaskan, pendidikan kini ditempatkan sebagai pilar utama pembangunan Kalimantan Timur. Ia berharap generasi muda yang saat ini menempuh pendidikan tinggi akan menjadi penerus kepemimpinan sekaligus motor penggerak pembangunan di masa mendatang.
Menurutnya, ilmu pengetahuan memiliki nilai yang jauh lebih tinggi dibandingkan harta. Sebab, harta harus dijaga dan dipertanggungjawabkan, sedangkan ilmu justru akan menjaga pemiliknya sepanjang hayat.
“Derajat orang yang memiliki ilmu jauh lebih tinggi dibandingkan orang yang berharta. Kalau harta perlu dijaga, justru ilmu yang akan menjaga kita,” ungkapnya.
Karena itu, Rudy mengajak seluruh mahasiswa penerima manfaat Program Gratispol memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar dengan sungguh-sungguh, meningkatkan kompetensi, menguasai teknologi, serta membangun karakter yang kuat.
Ia menegaskan Kalimantan Timur tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan karakter yang baik.
“Kaltim membutuhkan generasi muda yang cerdas, berintegritas, dan berkarakter. Kalau hanya pintar, banyak. Kalau hanya cerdas, juga banyak. Tetapi yang berkarakter inilah yang paling penting,” tegasnya.
Rudy berharap melalui Program Gratispol, kualitas SDM Kalimantan Timur terus meningkat sehingga mampu mewujudkan daerah yang lebih maju, sejahtera, dan siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.(Cha)











