banner dprd berau

DPRD Berau Soroti Keterbatasan Ruang Hemodialisa di RSUD Abdul Rivai

Tanjung Redeb – Keterbatasan ruang layanan hemodialisa atau cuci darah di RSUD Abdul Rivai menjadi sorotan Komisi I DPRD Berau. Hal ini dinilai perlu segera ditangani seiring meningkatnya jumlah pasien yang membutuhkan terapi tersebut setiap tahunnya.

Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, mengatakan kapasitas ruang hemodialisa saat ini belum sepenuhnya mampu mengakomodasi kebutuhan pasien. Jika tidak segera dilakukan penambahan, dikhawatirkan pelayanan akan semakin terbebani di masa mendatang.

Baca Juga  Perpisahan Sekolah Diminta Tak Berlebihan, Disdik Berau Tekankan Kesederhanaan

“Dengan tren pasien yang terus meningkat, kami menyarankan agar ruang hemodialisa segera diperluas sebagai langkah antisipasi,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan fasilitas ini penting agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal, khususnya bagi pasien dengan penyakit ginjal kronis yang memerlukan terapi rutin.

Selain itu, DPRD juga memastikan bahwa layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD Abdul Rivai kini telah kembali berjalan normal setelah sebelumnya mengalami kendala operasional. Kondisi tersebut dinilai sudah mampu menunjang pelayanan pasien secara maksimal.

Baca Juga  Mengoptimalkan Pelepah Sawit untuk Pakan Sapi Lokal: Usulan Bupati Sri Juniarsih

Meski secara umum pelayanan di rumah sakit rujukan utama di Kabupaten Berau tersebut berjalan baik, DPRD tetap mendorong adanya peningkatan kualitas secara berkelanjutan.

Elita menegaskan, salah satu kunci peningkatan layanan kesehatan adalah memperkuat koordinasi antara manajemen rumah sakit dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Berau.

“Kolaborasi harus terus diperkuat agar peningkatan mutu layanan kesehatan bisa berjalan berkelanjutan,” pungkasnya. (Cha/ADV)

Baca Juga  Anggota DPRD Berau Minta Pemkab dan DTPHP Percepat Bantuan untuk Petani Terdampak Banjir