Damkar Berau Usulkan Fire Boat, Perkuat Penanganan Kebakaran di Kawasan Sungai
Tanjung Redeb – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau terus mendorong peningkatan sarana dan prasarana untuk mengoptimalkan penanganan kebakaran, khususnya di wilayah permukiman padat yang berada di sepanjang daerah aliran sungai (DAS).
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Disdamkarmat Berau, Nofian Hidayat, mengungkapkan bahwa ke depan pihaknya membutuhkan penambahan armada serta peremajaan peralatan, termasuk peningkatan jumlah pos pemadam.
“Ke depan pasti harus ada penambahan dan peremajaan, termasuk penambahan pos. Salah satu yang belum kita miliki saat ini adalah fire boat,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan kapal pemadam kebakaran menjadi kebutuhan mendesak mengingat banyaknya permukiman padat di kawasan bantaran Sungai Segah. Kondisi tersebut menyulitkan akses petugas saat terjadi kebakaran di area perairan.
“Kita ini punya permukiman yang rapat di area DAS, seperti di Segah. Kalau terjadi kebakaran di air, sangat sulit dijangkau dari darat, terutama dari sisi belakang. Makanya kita butuh fire boat,” jelasnya.
Untuk pengadaan armada tersebut, Disdamkarmat Berau telah mengusulkan anggaran dengan kisaran Rp3 miliar hingga Rp5 miliar per unit, tergantung spesifikasi yang dipilih. Nofian menyebut pihaknya mengusulkan dua unit fire boat guna menunjang kebutuhan penanganan kebakaran di wilayah perairan.
“Kita sudah usulkan dua unit, dengan opsi spesifikasi berbeda. Tinggal nanti dipilih sesuai kemampuan anggaran,” katanya.
Selama ini, dalam beberapa kejadian kebakaran di wilayah perairan, Damkar Berau terpaksa mengandalkan bantuan dari pihak lain, seperti kapal penambang pasir untuk membantu proses pemadaman.
“Karena kita belum punya, kemarin saat kebakaran kita dibantu kapal penambang pasir, termasuk di Gunung Tabur dan Milono,” ungkapnya.
Selain penguatan armada, Disdamkarmat Berau juga terus mengembangkan peran Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar). Saat ini, jumlah relawan tercatat hampir 300 orang yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Berau.
Namun demikian, para relawan tersebut masih dalam tahap awal, yakni belum dikukuhkan secara resmi dan belum mendapatkan pelatihan maupun perlengkapan pendukung.
“Relawan ini punya hak untuk mendapatkan pelatihan, APD, dan jaminan keselamatan kerja, meskipun tidak menerima gaji karena sifatnya sukarela,” jelas Nofian.
Ia menambahkan, keberadaan Redkar diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mitigasi bencana kebakaran, sekaligus mempercepat penanganan awal di lapangan.
Untuk memperluas jangkauan, proses perekrutan relawan masih terus berjalan. Masyarakat dapat mendaftar secara langsung melalui kelurahan atau kampung, maupun secara daring.
“Kita masih buka terus perekrutan. Harapannya semakin banyak masyarakat yang terlibat dan peduli terhadap pencegahan serta penanganan kebakaran,” tutupnya. (Cha)











