banner dprd berau

DPRD Berau: Potensi Sawit Belum Optimal, Kehadiran Pabrik Pengolahan Sangat Diperlukan

Berau – Ketergantungan Kabupaten Berau terhadap penjualan bahan mentah kelapa sawit kini menjadi perhatian serius bagi jajaran legislatif. Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, secara tegas mendorong pemerintah daerah untuk segera merancang langkah strategis guna membangun industri pengolahan atau pabrik sawit di Bumi Batiwakkal. Hal ini didasari atas keprihatinan bahwa potensi perkebunan yang melimpah selama ini belum memberikan dampak ekonomi yang optimal bagi daerah.

​Sumadi menilai bahwa selama ini Berau terjebak dalam pola lama, yakni hanya memasarkan hasil perkebunan dalam bentuk bahan baku tanpa sentuhan pengolahan lanjutan.

Baca Juga  Sri Juniarsih Hadiri Upacara Dalam Rangka Memperingati HUT ke-79 PMI

“Ini sebenarnya jadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah agar dapat mendorong pengembangan sektor industri pengolahan kelapa sawit di Berau,” ungkap Sumadi saat memberikan keterangannya.

Menurutnya, jika komoditas tersebut terus dijual dalam kondisi mentah, maka nilai ekonomi yang dirasakan masyarakat akan tetap berada di level yang sangat terbatas.

​Padahal, jika proses hilirisasi atau pengolahan dilakukan langsung di daerah, komoditas tersebut dapat memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar. Sumadi menekankan bahwa sudah saatnya Berau berhenti mengirimkan kekayaan alamnya ke luar daerah tanpa melalui proses produksi.

Baca Juga  Bentengi Generasi Muda, DPRD Berau Ingatkan Peran Krusial Keluarga Cegah Perkawinan Anak

“Selama ini sawit kita banyak dijual dalam bentuk bahan mentah, padahal jika diolah tentu nilainya jauh lebih tinggi,” jelasnya.

​Lebih jauh, kehadiran pabrik pengolahan diyakini akan menciptakan efek domino yang positif bagi perekonomian lokal melalui perluasan lapangan kerja. Dengan adanya industri, rantai produksi akan semakin panjang sehingga mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar, mulai dari sektor produksi, distribusi, hingga pengolahan akhir.

Baca Juga  Gencarkan Gerakan Tanam Cabai untuk Program Ketahanan Pangan

“Sektor pengolahan dan industri kita harus naik kelas. Dari situ kita bisa ciptakan lapangan kerja baru,” terangnya.

​Selain memperkuat struktur tenaga kerja, keberadaan industri hilir ini juga diproyeksikan menjadi mesin baru dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh karena itu, Sumadi mendesak pemerintah untuk segera menyusun langkah nyata guna menarik investasi dan mewujudkan ekosistem industri pengolahan sawit yang mandiri.

“Kita minta pemerintah daerah agar mulai merancang langkah strategis dalam pengembangan industri pengolahan sawit ini,” tandasnya. (Cha/Adv)