DPRD Berau Perjuangkan Hak Pasien BPJS PBI yang Terbebani Biaya Rujukan
Berau – Ratna Kalalembang, anggota DPRD Berau, kembali mengangkat isu mengenai biaya tambahan yang dikenakan oleh pihak rumah sakit kepada pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang hendak dirujuk ke fasilitas kesehatan di luar daerah. Isu ini kembali mencuat setelah adanya keluhan dari sejumlah pasien yang merasa terbebani dengan biaya tersebut.
Ratna menjelaskan bahwa beberapa pasien BPJS PBI mengeluhkan adanya biaya tambahan untuk ambulans dan pendampingan medis selama proses rujukan ke rumah sakit di luar daerah. Padahal, seharusnya kelompok masyarakat ini mendapatkan bantuan dan perlindungan yang memadai dari pemerintah.
“Kami sangat prihatin dengan kondisi ini. Seharusnya, pasien BPJS PBI ini mendapatkan pelayanan yang optimal tanpa harus dibebani biaya tambahan. Kami akan terus berupaya untuk memperjuangkan hak-hak mereka,” ungkap Ratna.
Berdasarkan data yang diperoleh dari RSUD Abdul Rivai, tercatat lebih dari 100 pasien yang dirujuk ke luar daerah sepanjang tahun ini akibat keterbatasan fasilitas medis yang tersedia di Berau. Ratna menilai bahwa masalah ini memerlukan solusi yang konkret dan berkelanjutan dari pemerintah daerah.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan subsidi atau bantuan keuangan kepada pasien BPJS PBI yang dirujuk ke luar daerah. Hal ini penting untuk meringankan beban biaya yang harus mereka tanggung,” jelas Ratna.
Lebih lanjut, Ratna menambahkan bahwa DPRD Berau saat ini sedang menyusun usulan agar biaya pendampingan medis bagi pasien BPJS PBI dapat ditanggung oleh APBD pada tahun anggaran mendatang. Usulan ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara sebelum BPJS Kesehatan memperluas cakupan manfaat layanan bagi peserta yang kurang mampu.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi terbaik bagi pasien BPJS PBI. Kami berharap masalah ini dapat segera teratasi sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa harus terbebani biaya yang memberatkan,” tegas Ratna. (Adv/iam)











