DPRD Dukung Tim Percepatan Ekonomi Berau, Harapkan Dampak Nyata bagi Masyarakat
Berau – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau telah menginisiasi pembentukan Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah, sebuah langkah strategis yang diapresiasi oleh kalangan legislatif. Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan upaya konstruktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan di tingkat lokal.
Menurut Gideon, tim lintas sektor ini diharapkan menghasilkan program konkret yang memberikan dampak positif langsung kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, petani, nelayan, dan UMKM. “Koordinasi harus berlanjut pada implementasi kebijakan yang memberikan manfaat nyata,” ujarnya.
Komisi II DPRD Berau secara konsisten mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat sektor ekonomi produktif. Gideon menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar perencanaan pembangunan tidak tumpang tindih. “Pertumbuhan ekonomi memerlukan kolaborasi dan dukungan infrastruktur yang memadai untuk sektor pertanian dan perikanan,” tegasnya.
Gideon juga menyoroti perlunya monitoring dan evaluasi yang ketat terhadap kinerja tim ini, dengan indikator capaian yang jelas terkait peningkatan lapangan kerja, investasi, dan produktivitas sektor unggulan Berau. “Target terukur diperlukan agar masyarakat dapat melihat efektivitas tim ini,” jelasnya.
Menyadari tantangan ekonomi yang semakin kompleks, termasuk fluktuasi harga komoditas, pemerintah daerah perlu memperkuat daya tahan ekonomi lokal melalui diversifikasi sektor usaha. “Berau memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari pariwisata hingga industri olahan. Dengan pengelolaan yang tepat dan partisipasi aktif masyarakat, pertumbuhan ekonomi dapat dipercepat,” pungkasnya.
Sebelumnya, Pemkab Berau telah mengumumkan pembentukan tim ini sebagai tindak lanjut dari surat Kementerian Dalam Negeri dan Perpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029. Tim ini akan mengimplementasikan sembilan langkah strategis, termasuk percepatan investasi, realisasi APBD, serta penguatan sektor pertanian, perikanan, dan industri kreatif. (Adv/ms)











