Jangan Jadikan Bisnis Atribut Sekolah
Berau – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Thamrin, menegaskan larangan bagi sekolah untuk menjadikan penjualan seragam dan perlengkapan sekolah sebagai ladang bisnis. Penegasan ini muncul setelah ramai keluhan orang tua mengenai mahalnya biaya perlengkapan sekolah menjelang tahun ajaran baru.
Thamrin secara keras mengingatkan institusi pendidikan agar fokus pada fungsi utama mereka dan tidak mencari keuntungan sepihak dari kebutuhan siswa. “Kami ingatkan, sekolah itu bukan tempat berbisnis. Jangan sampai ada yang cari untung sepihak dari kebutuhan siswa,” tegas Thamrin.
Pernyataan Thamrin ini merupakan respons langsung atas viralnya daftar belanja perlengkapan sekolah dari salah satu sekolah negeri di Berau yang mencapai nilai fantastis, yakni Rp1.450.000 beberapa waktu lalu. Daftar tersebut beredar luas di media sosial dan langsung memantik reaksi publik, yang menyayangkan tingginya biaya yang harus dikeluarkan, bahkan untuk sekolah negeri.
Menanggapi kegelisahan tersebut, Thamrin menyatakan bahwa Komisi I DPRD Berau akan segera mengambil langkah konkret. Pihaknya berencana memanggil Dinas Pendidikan Berau untuk meminta klarifikasi langsung terkait praktik penjualan perlengkapan di sekolah.
“Kami ingin tahu, apakah ini ulah segelintir oknum atau memang ada kebijakan di sekolah yang mewajibkan orang tua membeli perlengkapan sesuai daftar itu. Ini perlu juga diluruskan Dinas Pendidikan Berau,” ujarnya.
Lebih lanjut, Thamrin menjelaskan bahwa program seragam gratis baru akan direalisasikan pada tahun depan. Namun, selama program tersebut belum berlaku, ia meminta sekolah untuk tidak menjual seragam dengan harga di luar batas kewajaran.
Ia menekankan prinsip kemudahan bagi orang tua siswa. “Kalaupun hanya tersedia di sekolah, harganya harus rasional. Sekolah jangan mengejar untung, sebaliknya permudah orang tua,” tambahnya.
Thamrin berharap ke depan, sekolah-sekolah di Berau bisa lebih bijak. Dunia pendidikan seharusnya menjadi ruang yang ramah dan meringankan, bukan malah membebani masyarakat.(adv/ms)











