banner dprd berau

Rehabilitasi Pascatambang dengan Kemiri Sunan, Wabup Gamalis Dorong Ekonomi Hijau di Berau

Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong pengelolaan lingkungan yang sejalan dengan pembangunan ekonomi. Salah satu upaya yang kini didorong adalah pemanfaatan tanaman Kemiri Sunan sebagai bagian dari program rehabilitasi lahan pascatambang yang produktif dan berkelanjutan.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan pertemuan yang digelar bertujuan membangun kesamaan visi bahwa pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Menurutnya, keduanya harus berjalan beriringan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan hingga generasi mendatang.

“Pertemuan ini bertujuan membangun kesamaan visi bahwa pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Keduanya justru harus berjalan beriringan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan hingga generasi yang akan datang,” ujarnya. Selasa, (21/07/2026).

Gamalis menuturkan, Kabupaten Berau merupakan daerah yang memiliki sumber daya alam melimpah. Sektor pertambangan selama ini memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong berbagai aktivitas pembangunan.

Baca Juga  DPRD Berau Minta Validasi Ketat Data BPJS, Hindari Salah Sasaran Penghapusan Peserta

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemanfaatan sumber daya alam juga membawa tanggung jawab besar, khususnya dalam memulihkan lahan pascatambang agar kembali memiliki fungsi ekologis, ekonomi, dan sosial.

“Rehabilitasi lahan tidak boleh dipandang sebagai kewajiban administratif semata. Rehabilitasi harus menjadi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan daerah,” tegasnya.

Menurut Gamalis, salah satu alternatif yang menjanjikan adalah pengembangan tanaman Kemiri Sunan. Tanaman tersebut dinilai mampu tumbuh di lahan marginal, membantu memperbaiki kondisi tanah, sekaligus memiliki nilai ekonomi melalui hasil bijinya yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku energi terbarukan (biofuel), bahan industri, hingga berbagai produk turunannya.

Baca Juga  KONI Lahirkan Sirkuit Menjadi Ikon Sport Tourism Berau

Dengan konsep tersebut, rehabilitasi lahan tidak hanya sebatas penghijauan, tetapi juga menciptakan kawasan produktif yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Inilah konsep yang ingin kita dorong, yakni rehabilitasi yang berkelanjutan, produktif, dan bernilai tambah, khususnya bagi masyarakat,” katanya.

Gamalis juga berharap perusahaan-perusahaan pertambangan yang beroperasi di Kabupaten Berau dapat melihat peluang tersebut sebagai bagian dari komitmen menjalankan praktik pertambangan yang baik sekaligus bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Berau siap membangun sinergi dengan dunia usaha, akademisi, lembaga penelitian, maupun pemerintah pusat agar inovasi pengembangan Kemiri Sunan dapat diwujudkan secara nyata.

“Ke depan kita tidak ingin hanya meninggalkan jejak pembangunan semata, tetapi juga mewariskan lingkungan yang tetap lestari,” ucapnya.

Baca Juga  DPRD Berau Dorong Peran Aktif Warga Awasi Aset Wisata Mangkrak

Dalam kesempatan itu, Gamalis turut menyampaikan apresiasi kepada Utusan Khusus Presiden Republik Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, atas dukungannya terhadap pengembangan potensi tanaman Kemiri Sunan sebagai bagian dari ekonomi hijau.

Ia pun kembali mengajak seluruh perusahaan tambang untuk berperan aktif dalam mendukung program reklamasi dan revegetasi secara berkelanjutan.

“Saya meyakini keberhasilan suatu daerah bukan hanya diukur dari berapa banyak sumber daya yang berhasil diambil dari bumi, melainkan dari seberapa baik kita mengembalikan fungsi alam setelah dimanfaatkan. Mari kita teguhkan komitmen bersama untuk membangun Berau yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga hijau, produktif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.(Cha)