Awasi Pemilu, Geografis jadi Tantangan Panwascam

Foto : Ketua Bawaslu Bulungan, Dwi Suprapto saat melantik 30 orang anggota Panwascam.

BULUNGAN,- Kondisi geografis Kabupaten Bulungan yang beberapa daerah hanya bisa di akses melalui transportasi air menjadi tantangan utama bagi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu Bulungan, Dwi Suprapto saat ditemui usai melantik 30 orang Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan (Panwascam).

Menurut dia, ada beberapa kendala yang akan dihadapi oleh para Panwascam dalam mengawasi setiap tahapan Pilkada 2024 di Kabupaten Bulungan. Mulai potensi konflik sosial, serta penyebaran berita bohong hingga akses yang bisa menjadi hambatan untuk meninjau antar daerah.

Baca Juga  Patroli Dialogis, Cara Polda Kaltara Mencegah Gangguan Kamtibmas

“Terutama yang ada didaerah (kecamatan) Bunyu karena jarak tempuhnya jauh. Koordinasinya pasti butuh waktu (lama) untuk ke Bawaslu Bulungan. Terus daerah Hulu, seperti (kecamatan) Pesso Hilir dan Pesso, harus di akses menggunakan (armada) speedboat),” katanya.

Ia mencontohkan, saat Bawaslu melakukan monitoring dalam rekrutmen Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) oleh KPU Bulungan. Armada speedboat yang digunakan Bawaslu Bulungan, hampir saja tenggelam lantaran terkena batang kayu di aliran sungai saat menuju Ibukota Tanjung Selor. Sehingga pihaknya terpaksa menunda kepulangan dan menggunakan jalur darat.

“Kalau di sungai itu kan, kadang-kadang kalau banjir banyak batang kayu yang hanyut. Itu juga jadi hambatan, karena takutnya akan menabrak speedboat yang kita pakai. Kami pernah monitoring pengawasan rekrutmen PPK, kami terpaksa kembali karena speedboat kami hampir kena batang kayu yang mengalir,” ungkapnya.

Ditambah lagi ketika musim hujan, potensi jalan longsor juga akan menjadi tantangan selanjutnya dalam mengawasi tahapan Pilkada tahun 2024. Untuk itu mengingatkan kepada seluruh jajaran Panwascam agar tetap maksimal dalam melakukan pengawasan.

Dwi menekankan, pentingnya peran Panwascam dalam mensukseskan penyelenggaraan Pilkada tahun ini, terutama dalam mengidentifikasi dan memetakan potensi pelanggaran yang mungkin terjadi.

Baca Juga  Syarwani: TMMD ke 119 di Bulungan Selaras dengan Program Prioritas Pemkab

Dari 30 anggota yang dilantik, sebagian besar di antaranya adalah anggota lama atau peserta existing Panwascam pada Pemilu 2024, yang telah dievaluasi dan dinilai kompeten, sementara beberapa anggota lainnya merupakan rekrutan baru.

“Tapi kalau untuk pengawasannya, kita juga belajar dari pilkada yang lalu-lalu. Karena juga pilkada yang lalu jadi pelajar berharga buat kita semua. Mereka yang dilantik ini juga harus memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing. Harus bertanggung jawba penuh dan jalankan tugasnya secara profesional dengan tantangan yang ada,” pungkasnya. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini