PLN Berau Targetkan Listrik Normal dalam Tujuh Hari
TANJUNG REDEB – Kemampuan pembangkit listrik di Kabupaten Berau belum mampu memenuhi kebutuhan energi masyarakat selama gangguan jaringan transmisi terjadi. Dari kebutuhan daya saat beban puncak mencapai 50 megawatt (MW), pasokan yang tersedia hanya sekitar 37 MW.
Kondisi ini membuat Berau mengalami kekurangan daya hingga 13 MW. Meski sejumlah pembangkit lokal masih beroperasi, kapasitasnya belum cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan listrik.
Manajer PLN UP 3 Berau, Erwinton Naibaho, menjelaskan persoalan tersebut saat menemui masyarakat yang mendatangi kantor PLN pada Senin (26/10) malam.
Ia menyebutkan, gangguan dipicu robohnya tower transmisi pada jalur Talisayan-Maloy yang merupakan bagian dari jaringan interkoneksi Mahakam. Kerusakan tersebut berdampak terhadap pasokan listrik ke Berau.
PLN kini berupaya memperbaiki jaringan transmisi tersebut. Erwinton menyampaikan, proses perbaikan ditargetkan rampung dalam lima hari, meski dalam skenario terburuk bisa memakan waktu hingga tujuh hari.
“Ini opsi yang paling jelek itu paling lama tujuh hari. Kami usahakan lima hari,” ujarnya di hadapan masyarakat.
Selama perbaikan berlangsung, PLN masih mengandalkan pembangkit yang beroperasi di Berau, di antaranya PLTD Sambaliung dan PLTU Teluk. Namun, daya yang dihasilkan belum mampu menutup kekurangan pasokan akibat gangguan transmisi.
Erwinton memastikan petugas masih bekerja di lokasi untuk mempercepat penanganan. Ia berharap proses perbaikan dapat selesai lebih cepat sehingga pasokan listrik berangsur kembali normal.
Sementara itu, masyarakat yang mendatangi kantor PLN meminta kepastian waktu pemulihan setelah mengalami pemadaman berkepanjangan. Target penyelesaian dalam sepekan menjadi batas waktu yang disampaikan PLN untuk memulihkan kondisi kelistrikan Berau.(Cha)











