banner dprd berau

Efisiensi Anggaran Tak Matikan Perayaan, Hari Jadi Berau Diisi Olahraga hingga Tradisi Lokal

TANJUNG REDEB – Perayaan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Jadi ke-216 Kota Tanjung Redeb tahun ini tetap berlangsung di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Namun, pola perayaannya tidak hanya diarahkan pada kegiatan seremoni.

Sepanjang September, masyarakat masih bisa mengikuti beragam kegiatan, mulai dari olahraga, tradisi lokal, seni budaya hingga hiburan. Sejumlah agenda yang sebelumnya masuk dalam rencana tahunan pemerintah daerah tetap dijalankan dengan sejumlah penyesuaian.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut telah dibahas sejak awal tahun bersama sejumlah perangkat daerah dan pihak terkait.

Menurutnya, kondisi anggaran membuat beberapa agenda harus mengalami perubahan. Ada kegiatan yang disesuaikan, bahkan ada pula yang dibatalkan. Meski demikian, sejumlah agenda yang dianggap telah masuk dalam perencanaan tetap dilaksanakan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Baca Juga  DPRD Berau Dorong Penyediaan APAR di Tingkat RT untuk Mitigasi Kebakaran

“Beberapa kegiatan memang ada perubahan, ada yang dibatalkan, ada juga yang disesuaikan. Jadwal yang ada sekarang kembali dimunculkan dengan penyesuaian berdasarkan kondisi di lapangan,” kata Yudha saat dikonfimasi melalui WhatsApp. (22/9/2026).

Hingga memasuki pekan ketiga September, sejumlah agenda utama telah berlangsung. Setelah lomba paduan suara pada 9 September, rangkaian dilanjutkan dengan rapat paripurna Hari Jadi di DPRD Berau pada 14 September dan upacara peringatan pada 15 September.

Namun, setelah agenda pemerintahan tersebut, rangkaian perayaan mulai bergerak ke kegiatan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Turnamen Bola Voli Bupati Cup antarkecamatan digelar pada 16 September. Kemudian, tradisi Baturunan Manurunkan Perau menjadi salah satu kegiatan budaya yang digelar pada 19 September.

Baca Juga  Dispusip Berau Siapkan Konten Digital Kreatif untuk Dekatkan Literasi ke Generasi Muda

Sehari berikutnya, masyarakat kembali disuguhi kegiatan olahraga melalui lomba olahraga tradisional dan Berau Independence Run yang diikuti ribuan peserta.

Rangkaian olahraga kemudian berlanjut dengan Turnamen Sepak Bola Bupati Cup antarkecamatan yang dijadwalkan berlangsung pada 21 September.

Menurut Yudha, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa perayaan Hari Jadi tidak hanya mengandalkan panggung seremoni, tetapi juga memanfaatkan berbagai aktivitas yang bisa melibatkan masyarakat secara langsung.

“Adapun pada 20 September, masyarakat akan disuguhkan lomba olahraga tradisional dan Berau Independence Run. Selanjutnya, pada 21 September dijadwalkan Turnamen Sepak Bola Bupati Cup antarkecamatan,” ujarnya.

Memasuki akhir September, nuansa perayaan kembali bergeser ke kuliner dan kebudayaan. Pada 23 September dijadwalkan Lomba Ancur Paddas, Puncak Rasul dan Festival Kue Tradisional.

Baca Juga  Anggaran Terbatas, Pengaspalan Jalan di Lahan KBNK Berau Dilakukan Bertahap

Sedangkan penutup rangkaian akan diisi Berau Ethno Carnival dan lomba Parau Panjang pada 26 September.

Yudha menjelaskan, pelaksanaan berbagai kegiatan tersebut dibagi sesuai dengan tugas dan kewenangan perangkat daerah. Agenda olahraga, misalnya, ditangani perangkat daerah yang membidangi sektor tersebut.

Dengan pola itu, pemerintah daerah tidak menempatkan seluruh rangkaian Hari Jadi sebagai kegiatan pemerintah semata. Masyarakat mendapat ruang untuk terlibat melalui pertandingan olahraga, tradisi, kesenian, budaya hingga aktivitas ekonomi kreatif.

Efisiensi anggaran menjadi bagian dari pertimbangan dalam menentukan bentuk pelaksanaan kegiatan tahun ini. Penyesuaian dilakukan agar agenda yang telah direncanakan tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan kondisi keuangan daerah.

“Tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga kita membuka ruang partisipasi masyarakat dan menampilkan kekayaan budaya lokal Berau,” pungkasnya.(Cha)