banner dprd berau

Koperasi KDKMP di Berau Hasilkan SHU Rp1,8 Miliar per Tahun

TANJUNG REDEB – Pengembangan koperasi di Kabupaten Berau mulai menunjukkan hasil. Salah satu Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) yang telah berjalan secara profesional mampu membukukan Sisa Hasil Usaha (SHU) hingga Rp1,8 miliar per tahun, meski tanpa mengandalkan modal hibah.

Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau, Hasyim, mengatakan capaian tersebut menjadi gambaran potensi koperasi dalam mengembangkan usaha secara mandiri.

Baca Juga  DPRD Berau Desak Pengawasan Ketat Program MBG Demi Keamanan Siswa

Dari empat KDKMP yang telah pulih secara profesional di Berau, salah satunya mampu menghasilkan SHU dalam jumlah besar melalui pengelolaan usaha yang berjalan secara berkelanjutan.

Menurutnya, keberadaan koperasi tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi di daerah.

Sejumlah persoalan yang ingin dijawab melalui pengembangan KDKMP di antaranya ketersediaan LPG 3 kilogram, akses bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan melalui SPBU nelayan, hingga kemudahan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku usaha.

Baca Juga  Tahun Ini, Bena Baru Dapat Kucuran Anggaran Infrastruktur

Ketersediaan kebutuhan tersebut dinilai penting untuk menunjang kegiatan ekonomi masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor perikanan dan pariwisata.

Melalui koperasi, pemenuhan kebutuhan masyarakat diharapkan dapat dikelola dengan lebih terorganisasi sekaligus membuka peluang usaha yang memberikan manfaat ekonomi bagi anggota.

Capaian SHU Rp1,8 miliar per tahun juga menunjukkan bahwa koperasi berpeluang menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal apabila dikelola secara profesional dan mampu mengembangkan unit usaha sesuai kebutuhan masyarakat.

Baca Juga  Satpol PP Berau Sidak Ritel Waralaba, Mayoritas Langgar Jam Operasional

Ke depan, penguatan koperasi diharapkan tidak hanya meningkatkan kemandirian kelembagaan, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar dan layanan usaha yang selama ini menjadi tantangan di sejumlah wilayah Berau.(Cha)