banner dprd berau

Gunakan Urea dalam Proses Produksi, Batik Panaan Tembus Berau Expo 2026

TANJUNG REDEB – Pupuk urea yang umumnya dikenal untuk menunjang pertumbuhan tanaman, justru dimanfaatkan Erni Ocnawati untuk mengembangkan kerajinan batik. Melalui Batik ZKS, ia memperkenalkan teknik pengolahan kain yang dikembangkan bersama masyarakat Kampung Panaan, Kecamatan Kelay.

Inovasi tersebut dibawa ke Berau Expo 2026 sebagai salah satu produk kerajinan yang menunjukkan kreativitas pelaku usaha lokal dalam mengembangkan teknik membatik.

Bagi Erni, Batik ZKS bukan sekadar menghasilkan kain bermotif. Produk ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan keterampilan baru kepada masyarakat, terutama warga kampung yang ingin mengembangkan usaha kerajinan.

Baca Juga  DPRD Berau Dorong Peningkatan Bantuan Pertanian untuk Kesejahteraan Petani

Pengembangan Batik ZKS kini memasuki tahun ketiga. Sementara pembinaan khusus untuk pembuatan batik dengan teknik pemanfaatan pupuk urea telah berlangsung selama dua tahun.

“Teknik ini terus kami kembangkan agar semakin banyak masyarakat yang bisa belajar dan menghasilkan produk batik sendiri,” kata Erni.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam teknik tersebut adalah pengolahan limbah produksinya. Erni menyebut limbah dari proses pembuatan Batik ZKS tidak menyebabkan tanaman mati ketika terkena tanaman.

Meski demikian, pengelolaan limbah tetap menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam proses produksi agar kegiatan kerajinan dapat berjalan secara bertanggung jawab.

Baca Juga  Inovasi Baru di Rutan Tanjung Redeb, Penghuni Dipantau Lewat Barcode

Tak berhenti di Kampung Panaan, Erni juga memperluas pembinaan ke sejumlah wilayah lain di Kabupaten Berau. Beberapa kampung yang telah menjadi lokasi pengembangan keterampilan membatik di antaranya Merapun, Muara Lesan, Sido Bangen, hingga Talisayan.

Perluasan pembinaan ini membuka kesempatan bagi masyarakat di berbagai kampung untuk mempelajari teknik membatik sekaligus mengembangkan produk kerajinan sendiri. Ke depan, keterampilan tersebut berpotensi menjadi bekal untuk merintis usaha berbasis kreativitas dan potensi daerah.

Camat Kelay, Saleh, turut memberikan dukungan terhadap pengembangan Batik ZKS. Ia menilai inovasi yang berasal dari Kampung Panaan tersebut memiliki potensi untuk memperkenalkan produk lokal Kelay kepada masyarakat yang lebih luas.

Baca Juga  Distribusi Solar Subsidi di Maratua Diminta Prioritaskan Nelayan

“Ini menjadi potensi yang perlu terus dikembangkan agar produk lokal Kelay semakin dikenal,” ujarnya.

Partisipasi dalam Berau Expo 2026 menjadi salah satu cara memperkenalkan Batik ZKS kepada pengunjung sekaligus menunjukkan bahwa produk kerajinan kampung memiliki peluang untuk berkembang melalui inovasi dan pendampingan.

Dengan pembinaan yang terus berjalan, Batik Panaan diharapkan tidak hanya dikenal sebagai produk khas Kampung Panaan, tetapi juga mampu mendorong tumbuhnya keterampilan dan kegiatan usaha baru di kampung-kampung lainnya.(Cha)