banner dprd berau

Sampah Plastik Berau Diupayakan Punya Pasar Tetap, DLHK Siapkan Jalur ke Industri

TANJUNG REDEB – Persoalan sampah plastik di Berau tak hanya berkaitan dengan bagaimana mengurangi volume sampah, tetapi juga memastikan hasil pemilahan memiliki nilai ekonomi dan pembeli yang jelas.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau kini berupaya membuka akses pasar yang lebih luas bagi sampah hasil pemilahan dari bank sampah maupun kelompok masyarakat. Salah satunya dengan menjajaki kerja sama dengan industri pengolahan sampah berskala besar.

Baca Juga  Penghijauan Serentak, Kodim 0902/Bru Tanam 2.000 Bibit Pohon di Sambaliung

Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, mengatakan keberadaan pasar menjadi salah satu hal penting agar kegiatan pemilahan sampah bisa terus berjalan di tingkat masyarakat.

Menurutnya, selama ini bank sampah di tingkat RT maupun kampung telah membantu mengurangi sampah yang masuk ke tempat pembuangan. Namun, tidak seluruh material yang terkumpul dapat diolah secara mandiri sehingga membutuhkan jaringan penyerapan yang lebih besar.

“Material yang tidak mampu diolah oleh bank sampah lokal harus tetap punya jalur distribusi agar tidak kembali menjadi tumpukan sampah,” ujarnya.

Baca Juga  Panen Tambak di Berau Hasilkan Udang, Bandeng hingga Kepiting Bakau

Zulkifli menyebut sejumlah daerah telah lebih dulu mengembangkan pola serupa. Sampah plastik yang dikumpulkan dan dipilah masyarakat tidak berhenti di bank sampah, tetapi diteruskan kepada industri untuk diolah menjadi bahan maupun produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Pola tersebut dinilai dapat diterapkan di Berau dengan membangun hubungan antara pengelola bank sampah, pemilah, dan industri pengolahan.

Baca Juga  Berau Butuh Kemandirian Pangan, Seno Aji: Kita Harus Bisa Produksi Sendiri

Dengan adanya pembeli yang lebih pasti, sampah plastik yang selama ini dianggap tidak bernilai diharapkan bisa menjadi sumber pendapatan tambahan. Di sisi lain, industri memperoleh pasokan bahan baku dari hasil pemilahan masyarakat.

“Yang ingin kita bangun bukan hanya kegiatan memilah sampah, tetapi bagaimana sampah yang sudah dipilah itu punya nilai dan terus bergerak sampai ke industri,” pungkasnya.(Cha)