banner dprd berau

Polusi Udara Tanjung Redeb Melonjak Tajam, Warga Diimbau Kurangi Aktivitas Luar

TANJUNG REDEB – Kualitas udara di wilayah Kabupaten Berau, kembali menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Hasil pemantauan UPTD Puskesmas Kampung Bugis pada Kamis (17/9/2026) pagi mencatat konsentrasi partikulat udara berada pada level sangat tinggi.

Pengukuran yang dilakukan pukul 08.21 WITA mencatat konsentrasi PM2.5 mencapai 340 µg/m³, sedangkan PM10 menembus 1.100 µg/m³.

Selain itu, suhu udara tercatat 32,12 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 65,5 persen RH.

UPTD Puskesmas Kampung Bugis menyampaikan hasil pemantauan tersebut kepada pihak Kelurahan Gayam sebagai bagian dari informasi kondisi kualitas udara di wilayah setempat.

Baca Juga  Dorong Pembangunan Jalan Tani, Anggota DPRD Berau Minta Pemkab Gandeng Perusahaan Lewat CSR

Berdasarkan hasil pengukuran, konsentrasi partikulat PM2.5 dan PM10 berada pada kategori Sangat Tidak Sehat/Berbahaya.

Sementara itu, hasil pengukuran di Puskesmas Tanjung Redeb menunjukkan kadar partikel udara berada jauh di atas ambang batas.

Pengukuran menggunakan alat inScienPro DAZ-400 Particle Counter mencatat kadar PM2,5 sebesar 359 µg/m³ di dalam ruangan dan 332 µg/m³ di luar ruangan. Sementara kadar PM10 mencapai 1.226 µg/m³ di dalam ruangan dan 1.172 µg/m³ di luar ruangan.

Baca Juga  Produk Ikan Kaleng Berau Masih Skala Home Industry, Tuna Jadi Andalan

Angka tersebut jauh melampaui baku mutu yang ditetapkan dalam Permenkes Nomor 2 Tahun 2023, yakni 25 µg/m³ untuk PM2,5 dan maksimal 70 µg/m³ untuk PM10.

Kondisi ini juga menunjukkan lonjakan dibanding beberapa hari sebelumnya. Pada 14 September, PM2,5 tercatat 93 µg/m³ dan PM10 231 µg/m³. Kemudian 15 September masing-masing 91 µg/m³ dan 224 µg/m³, sedangkan 16 September berada di angka 71 µg/m³ dan 205 µg/m³.

Baca Juga  Deforestasi Ditangani Lembaga, Siswa Dibina Cinta Alam

Namun pada Kamis (17/9), angkanya melonjak menjadi 332 µg/m³ untuk PM2,5 dan 1.172 µg/m³ untuk PM10.

Dengan kondisi tersebut, kualitas udara di Tanjung Redeb masuk kategori sangat tidak sehat. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker jika harus beraktivitas di luar.

Masyarakat juga diminta memperbanyak konsumsi air putih, menjaga asupan makanan bergizi, serta menghindari sumber polusi seperti asap dan pembakaran sampah maupun lahan. (Cha)