banner dprd berau

Dorong Pembangunan Jalan Tani, Anggota DPRD Berau Minta Pemkab Gandeng Perusahaan Lewat CSR

Berau – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Suriansyah, melayangkan seruan tegas kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau agar kebijakan efisiensi anggaran tidak dijadikan dalih penghambat pembangunan infrastruktur dasar di pedesaan. Secara khusus, ia menyoroti urgensi pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) sebagai urat nadi perekonomian masyarakat kampung.

​Suriansyah mengungkapkan keprihatinannya terhadap masih banyaknya wilayah potensial di Kabupaten Berau yang belum tersentuh fasilitas penunjang pertanian dan perkebunan yang memadai. Menurutnya, ketersediaan akses jalan merupakan variabel kunci dalam menentukan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Baca Juga  Berau Belum Terapkan Pemberian Beasiswa Anak PNS dan PPPK

​“Pemerintah harus tetap memberikan atensi serius terhadap aspek ini. Jalan usaha tani adalah kebutuhan fundamental masyarakat untuk mengakselerasi pembangunan ekonomi di akar rumput,” ujar Suriansyah.

​Menanggapi tantangan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Suriansyah menawarkan solusi alternatif yang konkret. Ia mendorong pemerintah daerah untuk lebih proaktif menjalin kemitraan strategis dengan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

​Ia menilai, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Berau memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi dalam penguatan infrastruktur publik, terutama yang bersinggungan langsung dengan akses mobilitas warga.

Baca Juga  Tahun Ajaran Baru, Masuk Sekolah di Berau Tanpa Biaya

​“Perusahaan harus didorong untuk terlibat aktif jika alokasi anggaran daerah dirasa belum maksimal. Keterlibatan sektor swasta sangat krusial karena akses jalan ini telah menjadi kebutuhan primer bagi kelangsungan hidup petani kita,” sambungnya.

​Politisi ini meyakini bahwa pembangunan jalan usaha tani akan menciptakan efek domino (multiplier effect) bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Fasilitas yang baik tidak hanya mempermudah distribusi hasil panen, tetapi juga menekan biaya logistik yang selama ini menjadi beban para petani.

Baca Juga  Perdana dari Balikpapan, Mudik Asyik Bareng BUMN, PLN Lepas 975 Pemudik

​“Sektor pertanian dan perkebunan merupakan pilar utama pendapatan mayoritas masyarakat Berau. Tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menunda realisasi proyek ini jika kita ingin melihat kemandirian pangan dan stabilitas ekonomi terjaga,” tegasnya.

​Menutup keterangannya, Suriansyah berharap Pemkab Berau segera melakukan pemetaan wilayah prioritas agar pembangunan fasilitas penunjang dapat terealisasi secara merata dan tepat sasaran.

​“Dengan standarisasi fasilitas penunjang yang mumpuni, saya optimis sektor agraris kita akan tumbuh jauh lebih kompetitif ke depannya,” pungkasnya. (Cha/Adv)