banner dprd berau

Dinas Perikanan Berau Investigasi Penyebab Kematian Ikan Nila di Sungai Segah

Tanjung Redeb – Dinas Perikanan Kabupaten Berau masih melakukan investigasi terkait peristiwa kematian ikan yang terjadi di kawasan keramba di Sungai Segah. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Abdul Majid, mengatakan tim telah turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi perairan.

Abdul Majid menjelaskan, laporan mengenai kematian ikan, khususnya ikan nila, diterima dari masyarakat. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Dinas Perikanan langsung melakukan pengukuran kualitas air di sejumlah titik menggunakan peralatan yang dimiliki.

“Teman-teman sudah membawa alat untuk pengukuran kualitas air. Namun untuk pemeriksaan secara kimiawi bukan kewenangan kami, nanti akan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK),” ujarnya.

Baca Juga  Bupati Minta Anak Muda Berau Harus Berani Keluar dari Zona Nyaman

Selain memeriksa lokasi keramba, tim juga menyusuri sepanjang aliran Sungai Segah menggunakan speedboat untuk mengetahui sebaran kondisi kualitas air. Dari hasil pengamatan awal, kematian ikan hanya ditemukan di sekitar saluran keluar masuk air melalui gorong-gorong menuju lokasi keramba.

“Sampling di kiri dan kanan sungai tidak ditemukan kematian ikan. Hanya di dekat saluran keluar-masuk air itu saja yang ditemukan ikan mati,” katanya.

Menurut Abdul Majid, pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian ikan. Sejumlah kemungkinan masih didalami, termasuk dugaan adanya limbah rumah tangga maupun limbah bengkel yang masuk ke badan sungai. Namun, ia menegaskan hal tersebut masih sebatas asumsi dan memerlukan pembuktian melalui hasil uji laboratorium.

Baca Juga  Saat Karhutla Mengancam, Menhut Pastikan Perlindungan Orangutan Berau Jadi Prioritas

Hasil pengukuran awal menunjukkan salinitas air masih berada di angka nol sehingga belum terdapat indikasi intrusi air laut. Meski demikian, kandungan amonia diduga menjadi salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi kondisi perairan. Selain itu, tim juga masih mengukur kadar dissolved oxygen (DO) atau oksigen terlarut yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan ikan.

“Kami juga masih menginvestigasi apakah ada unsur penyakit. Sampai saat ini belum bisa disimpulkan karena pemeriksaan masih berlangsung,” jelasnya.

Dinas Perikanan juga berkoordinasi dengan DLHK dan Dinas Kesehatan untuk memperoleh hasil pemeriksaan yang lebih komprehensif, baik dari sisi kualitas air maupun kemungkinan adanya faktor penyakit pada ikan.

Baca Juga  DPRD Berau Dorong Pemanfaatan Potensi Lokal dalam Program MBG

Selama proses investigasi berlangsung, Abdul Majid mengimbau para pembudidaya ikan agar terus memantau kondisi ikan peliharaan. Pada kondisi cuaca panas, pembudidaya disarankan mengurangi kepadatan ikan dalam keramba serta menambah suplai oksigen menggunakan aerator agar kadar oksigen terlarut tetap mencukupi.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya pembudidaya ikan, agar segera melaporkan apabila ditemukan kejadian serupa. Instansi teknis akan langsung turun ke lapangan untuk melakukan penanganan,” pungkasnya.

Saat ini, tim Dinas Perikanan masih melanjutkan pengambilan sampel kualitas air di sejumlah titik di Sungai Segah dan secara bertahap akan memperluas pemeriksaan ke wilayah Sambaliung.(Cha)