banner dprd berau

Saat Karhutla Mengancam, Menhut Pastikan Perlindungan Orangutan Berau Jadi Prioritas

Tanjung Redeb – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menjadi perhatian serius pemerintah. Selain berpotensi merusak kawasan hutan, karhutla juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar, terutama orangutan yang hidup di habitat alaminya.

Untuk memastikan upaya penanganan berjalan optimal, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melakukan kunjungan kerja ke Berau pada Rabu (26/8/2026).

Setibanya di Bandara Kalimarau, ia disambut Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Wakil Bupati Gamalis, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Baca Juga  Sumadi Dorong Pemda Segera Mediasi, Museum Batubara Jangan Terus Mangkrak

Dalam kunjungannya, Raja Juli menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada upaya pemadaman kebakaran, tetapi juga memastikan satwa dilindungi tetap aman dari dampak karhutla.

“Kami datang untuk melihat langsung kondisi karhutla sekaligus berkoordinasi dengan berbagai pihak yang selama ini berperan dalam upaya pelestarian orangutan,” ujarnya.

Menurut Raja Juli, keberadaan orangutan di Berau menjadi perhatian khusus karena satwa tersebut sangat bergantung pada kelestarian hutan sebagai habitat alami. Kebakaran yang meluas berisiko mengurangi sumber pakan, merusak tempat berlindung, hingga memaksa satwa berpindah ke kawasan yang lebih berbahaya.

Baca Juga  Pembangunan Infrastruktur di Pesisir Berau Terkendala Pasokan Material

Karena itu, Kementerian Kehutanan memperkuat koordinasi dengan Conservation Action Network (CAN) Borneo yang selama ini mengelola kawasan konservasi orangutan di Berau. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga area konservasi tetap aman sehingga dapat menjadi lokasi perlindungan bagi orangutan ketika ancaman karhutla meningkat.

“Ada kawasan konservasi yang dikelola CAN Borneo dan akan terus kami perkuat agar tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan,” kata Raja Juli.

Baca Juga  Juli 2026, Empat Kampung di Kelay Akhirnya Nikmati Listrik PLN

Ia menambahkan, perlindungan satwa liar harus menjadi bagian dari penanganan karhutla secara menyeluruh. Pasalnya, dampak kebakaran tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Kerusakan habitat dapat berlangsung lama dan memengaruhi kelangsungan hidup berbagai spesies yang dilindungi.

Melalui koordinasi antara pemerintah daerah, Kementerian Kehutanan, dan organisasi konservasi, diharapkan upaya pencegahan serta penanganan karhutla di Berau dapat berjalan lebih efektif, sekaligus memastikan habitat orangutan tetap terjaga dari ancaman kebakaran.(Cha)