banner dprd berau

DPUPR Berau Gelontorkan Rp20,4 Miliar untuk Benahi Jalan Baturajang-Long Lamcin

Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau kembali mengalokasikan anggaran besar untuk meningkatkan akses transportasi di wilayah pedalaman. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), rehabilitasi ruas jalan poros Baturajang-Long Lamcin di Kecamatan Kelay kembali dilanjutkan pada 2026 dengan nilai proyek mencapai Rp20,4 miliar.

Pekerjaan difokuskan pada sejumlah titik yang selama ini menjadi hambatan utama bagi masyarakat. Saat musim hujan, ruas jalan tersebut kerap berubah menjadi kubangan lumpur, sementara beberapa jembatan kayu sering rusak bahkan terputus akibat banjir.

Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, menjelaskan proyek tahun ini merupakan lanjutan dari pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya.

“Penanganan kali ini berfokus pada ruas Long Duhung hingga Long Keluh ke arah Sungai Duhung. Ini merupakan kelanjutan dari pekerjaan yang telah dilaksanakan tahun lalu,” katanya.

Baca Juga  Pertamina Pastikan Stok dan Penyaluran LPG hingga BBM Kalimantan Timur Aman

Dalam proyek tersebut, pemerintah akan memperbaiki sekaligus membuka badan jalan sepanjang 6,8 kilometer dengan lebar antara enam hingga delapan meter menggunakan material tanah pilihan. Selain itu, empat unit gorong-gorong tipe Armco juga akan dipasang untuk memperlancar drainase dan menjaga ketahanan badan jalan.

Tak hanya memperbaiki jalan, DPUPR juga mengganti tiga jembatan kayu yang selama ini menjadi titik rawan dengan jembatan Bailey berbahan rangka baja. Masing-masing jembatan memiliki bentang sekitar 18 meter sehingga diharapkan lebih kuat menghadapi arus banjir.

“Selama ini jembatan log kayu sering rusak atau hanyut ketika debit air meningkat. Karena itu diganti dengan jembatan Bailey agar akses masyarakat lebih aman,” jelasnya.

Baca Juga  Wabup Gamalis Tutup Turnamen futsal dan bola voli Bupati Cup 2024

Pengerjaan proyek dipercayakan kepada PT Praja Inti Mandiri. Saat ini proses mobilisasi alat berat sudah berlangsung, sementara material jembatan Bailey telah memasuki tahap pemesanan dan ditargetkan tiba pada pertengahan September sebelum dirakit di lokasi. DPUPR menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada Desember 2026.

Sebelum pelaksanaan dimulai, pemerintah juga menggelar sosialisasi bersama unsur Muspika dan tokoh masyarakat di Balai Pertemuan Kampung Long Duhung. Pertemuan tersebut dihadiri Camat Kelay, Kapolsek Kelay, kepala kampung Long Duhung, Long Lamcin, Long Pelay, serta perwakilan Kampung Long Keluh.

Menurut Junaidi, peningkatan infrastruktur ini sangat penting karena jalan poros tersebut menjadi jalur darat utama yang menghubungkan sejumlah kampung di kawasan Hulu Kelay. Selama ini, aktivitas masyarakat maupun distribusi hasil ekonomi sering terkendala akibat kondisi jalan yang sulit dilintasi ketika hujan deras.

Baca Juga  Program Perpustakaan Kampung Bisa Dijalankan Melalui ADK

“Harapannya setelah perbaikan ini akses menuju Sungai Duhung dan kampung-kampung di sekitarnya menjadi lebih lancar. Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menghadirkan pembangunan hingga ke wilayah pedalaman,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui pembangunan konektivitas di kawasan tersebut masih belum sepenuhnya tuntas. Hingga kini masih terdapat sekitar 30 kilometer jalur menuju Long Suluy yang memerlukan penanganan lanjutan.

DPUPR berharap pembangunan jalan tersebut dapat terus dilanjutkan secara bertahap pada tahun-tahun mendatang, menyesuaikan kemampuan anggaran daerah, sehingga konektivitas antarwilayah di pedalaman Berau dapat terhubung secara menyeluruh.(Cha)