banner dprd berau

Tanah Kampung Harus Produktif, Bukan Sekadar Jadi Lahan Kosong

Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mendorong pemerintah kampung untuk mengoptimalkan aset yang dimiliki agar dapat menjadi sumber pendapatan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, mengatakan setiap kampung pada dasarnya memiliki berbagai aset, mulai dari lahan hingga peralatan yang dapat dimanfaatkan secara produktif. Menurutnya, aset tersebut tidak seharusnya dibiarkan menganggur, tetapi perlu dikelola melalui skema yang sesuai dengan ketentuan.

Baca Juga  CSR untuk Jalan Tani, DPRD Dorong Perusahaan Tingkatkan Kesejahteraan Petani Berau

“Setiap kampung pasti punya aset, baik berupa tanah maupun aset lainnya. Kalau memang bisa dimanfaatkan, silakan disewakan atau dikerjasamakan sehingga bisa memberikan manfaat ekonomi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu bentuk pemanfaatan aset kampung adalah melalui kerja sama dengan investor yang membutuhkan lahan untuk kegiatan usaha. Namun, pelaksanaannya harus mengikuti mekanisme yang berlaku, termasuk melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

Baca Juga  Diduga Dipicu Konflik Rumah Tangga, Pria di Segah Aniaya Istri dengan Senjata Tajam

Menurutnya, kerja sama pemanfaatan aset dapat dilakukan dalam bentuk sewa dengan jangka waktu tertentu, misalnya selama beberapa tahun hingga satu dekade, sesuai kesepakatan dan aturan yang berlaku.

“Kalau ada investor yang ingin menggunakan lahan kampung, silakan. Mekanismenya tetap harus melalui prosedur yang ada sehingga aset tersebut bisa dikerjasamakan secara legal,” jelasnya.

Muhammad Said menilai, pemanfaatan aset akan memberikan manfaat ganda bagi kampung. Selain menghasilkan pendapatan yang dapat menambah kas kampung, keberadaan investasi juga diyakini mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga  TPA Baru Berau Akan Dijalankan Secara Bertahap Tahun Ini

“Kalau lahannya hanya dibiarkan menjadi tanah kosong tentu tidak menghasilkan apa-apa. Tapi ketika disewakan atau dimanfaatkan untuk investasi, kampung memperoleh pendapatan, sementara perekonomian masyarakat juga ikut bergerak dan berkembang,” tutupnya. (Cha)