banner dprd berau

Pulau Derawan Terancam Kehilangan Kawasan Hunian dan Wisata

Tanjung Redeb – Abrasi di Pulau Derawan kian mengkhawatirkan dan mulai menimbulkan dampak serius bagi permukiman warga hingga sektor pariwisata. Pemerintah kampung setempat kembali mendesak percepatan pembangunan infrastruktur penahan abrasi yang hingga kini belum juga terealisasi.

Kepala Kampung Pulau Derawan, Indra Mahardika, mengungkapkan bahwa pengikisan garis pantai terjadi secara terus-menerus setiap tahun. Kondisi tersebut bahkan telah menyebabkan sejumlah bangunan di kawasan pesisir rusak dan hilang.

Baca Juga  Sosok Astri, Bhabinkamtibmas Perempuan di IKN

“Sudah ada sekitar lima bangunan yang hancur akibat abrasi. Ini bukan hanya mengancam rumah warga, tapi juga fasilitas wisata yang menjadi sumber penghidupan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, usulan pembangunan penahan abrasi sebenarnya telah disampaikan sejak lama. Namun hingga saat ini, realisasi program tersebut belum juga terlihat.

“Permohonan ini sudah kami ajukan berkali-kali, bahkan hampir setiap tahun. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut nyata,” katanya.

Baca Juga  DPRD Berau Soroti Pentingnya Keterlibatan Masyarakat dalam Kebijakan Investasi Daerah

Menurutnya, jika tidak segera ditangani, abrasi berpotensi semakin meluas dan memperparah kerusakan yang ada. Hal ini dikhawatirkan dapat mengancam keberadaan Pulau Derawan sebagai salah satu destinasi wisata andalan di daerah tersebut.

Ia menegaskan bahwa perlindungan kawasan pesisir menjadi hal mendesak yang tidak bisa lagi ditunda.

“Derawan ini aset penting, bukan hanya bagi masyarakat lokal tapi juga daerah. Harus ada langkah konkret untuk menjaganya,” tegasnya.

Baca Juga  Memperkokoh Kebangkitan Spiritual di Tanjung Redeb Melalui Tabligh Akbar

Pemerintah kampung pun berharap adanya perhatian dan respons cepat dari pemerintah daerah maupun pihak terkait, agar pembangunan penahan abrasi dapat segera direalisasikan demi menjaga lingkungan, keselamatan warga, serta keberlanjutan sektor pariwisata di wilayah tersebut. (Cha)