Tekan Biaya Hidup Masyarakat Pesisir, DPRD Berau Dorong Pembangunan Pasar Tradisional
Tanjung Redeb – Kesenjangan akses logistik antara pusat kota dan wilayah pinggiran menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Berau. Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, Dorong pemerintah daerah untuk segera merealisasikan pembangunan pasar tradisional di wilayah pesisir guna menekan biaya hidup masyarakat dan memicu pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Selama ini, warga di lima kecamatan pesisir harus menanggung beban operasional yang tinggi. Jarak tempuh yang jauh menuju pusat kota untuk mendapatkan kebutuhan pokok dinilai menjadi penghambat utama peningkatan kesejahteraan warga di wilayah tersebut.
”Kita ingin memutus rantai ketergantungan yang tidak efisien ini. Jika pasar hadir di tengah-tengah mereka, perputaran uang akan menetap di pesisir, bukan semuanya tersedot ke kota,” tegas Sutami.
Bukan tanpa alasan, usulan ini didukung oleh basis data kependudukan yang kuat. Berdasarkan proyeksi tahun 2025, total penduduk di lima kecamatan pesisir telah menembus angka 56.368 jiwa.
Sutami menyebut Kecamatan Talisayan sebagai kandidat terkuat untuk menjadi pusat distribusi (hub) niaga. Dengan populasi mencapai 18.781 jiwa dan luas wilayah 1.622 kilometer persegi, Talisayan dinilai paling mumpuni secara geografis untuk menyokong kebutuhan kecamatan tetangga seperti Biatan, Batu Putih, Tabalar, dan Biduk-biduk.
”Dengan populasi sebesar itu, keberadaan pasar rakyat bukan lagi sekadar keinginan, tapi sudah menjadi kebutuhan mendesak yang sangat layak secara ekonomi,” tambahnya.
Lebih lanjut, legislator ini mengingatkan bahwa penguatan pasar tradisional merupakan kewajiban pemerintah yang tertuang dalam UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan serta Perpres Nomor 112 Tahun 2007. Regulasi tersebut mengamanatkan pembinaan pasar rakyat untuk menjaga keseimbangan ekonomi daerah.
Sutami berharap pemerintah daerah tidak menunda lagi perencanaan ini. Menurutnya, pembangunan infrastruktur ekonomi di pesisir adalah wujud nyata dari pemerataan pembangunan yang berkeadilan.
“Pesisir memiliki potensi besar. Kita hanya perlu memberikan sarana agar ekonomi mereka bisa mandiri dan tumbuh lebih cepat,” tutupnya. (Cha/Adv)











