Jamin Keselamatan Wisatawan, DPRD Dorong Pengawasan Rutin di Jalur Derawan-Maratua
Tanjung Redeb – Langkah taktis Dinas Perhubungan (Dishub) Berau dalam mengintensifkan pengawasan transportasi perairan, terutama armada speedboat, kini mendapat lampu hijau dari jajaran DPRD Berau. Transformasi kebijakan ini dinilai sebagai respons konkret atas meningkatnya aktivitas pelayaran di wilayah Bumi Batiwakkal.
Komisi III DPRD Berau, Saga, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif tersebut sebagai instrumen vital dalam memitigasi risiko kecelakaan di jalur laut. Fokus utama pengawasan ini diarahkan pada jalur-jalur krusial yang menghubungkan wisatawan menuju destinasi bahari dengan tingkat mobilisasi massa yang sangat padat.
“Penerapan sistem pengawasan yang lebih modern, termasuk pengoperasian radio komunikasi frekuensi tinggi dan alat pelacakan GPS, sangat kami dukung sepenuhnya. Digitalisasi ini merupakan investasi nyawa yang akan menjamin proteksi maksimal bagi seluruh pengguna jasa transportasi laut,” tegasnya.
Pemanfaatan instrumen teknologi diyakini akan memperingkas prosedur pemantauan posisi kapal secara real-time sekaligus mengakselerasi proses evakuasi jika terjadi situasi darurat di tengah samudera. Kendati demikian, Saga memberikan catatan kritis agar kebijakan ini juga menyentuh aspek pembinaan bagi para pemilik serta nakhoda speedboat kelas menengah ke bawah.
“Program pendampingan dan edukasi harus dijalankan secara masif agar para operator lokal mampu mengadaptasi standar keamanan baru tanpa merasa terbebani secara operasional,” tambahnya.
Desakan juga muncul agar pemerintah daerah melakukan audit berkala terhadap seluruh armada guna memastikan status laik laut (seaworthy) secara menyeluruh. Parameter kelaikan ini mencakup pemeriksaan rutin kondisi mesin, ketersediaan jaket pelampung yang memenuhi standar SNI, hingga disiplin ketat terhadap kapasitas angkut penumpang sesuai manifes.
Intensitas patroli di kawasan segitiga emas wisata, seperti Pulau Derawan dan sekitarnya, diharapkan tidak hanya bersifat momentum, namun menjadi agenda rutin yang terstruktur. Saga pun memproyeksikan lahirnya regulasi daerah yang lebih komprehensif agar tata kelola transportasi laut di Berau tampil lebih profesional, tertib, dan memiliki standar kenyamanan internasional.
“Prinsip keselamatan harus diposisikan sebagai pilar absolut, sebab keberhasilan pariwisata kita diukur dari sejauh mana kita mampu memberikan rasa aman kepada setiap jiwa yang berlayar di perairan kita,” pungkasnya. (Cha/Adv)











