banner dprd berau

Lulusan SMA Lebih Pilih ‘Cari Cuan’, Gideon Andris Desak Pemkab Berau Fasilitasi Seminar dan Pendampingan Usaha

Berau – Pergeseran orientasi generasi muda di Kabupaten Berau yang kini lebih condong terjun ke dunia kerja dan usaha dibandingkan melanjutkan pendidikan tinggi mendapat atensi khusus dari parlemen. Anggota DPRD Berau, Gideon Andris, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk segera merespons fenomena ini dengan menyediakan wadah edukasi strategis, seperti seminar kewirausahaan dan pelatihan bisnis yang terintegrasi.

​Gideon mengungkapkan bahwa di berbagai wilayah kampung, banyak lulusan sekolah menengah yang memilih langsung mencari penghasilan demi membantu stabilitas ekonomi keluarga. Meski pemerintah telah menyediakan program beasiswa, realita di lapangan menunjukkan bahwa dorongan untuk mandiri secara finansial di usia muda jauh lebih dominan. Baginya, pilihan ini harus diarahkan agar para pemuda tersebut tidak sekadar “asal kerja”, melainkan memiliki visi bisnis yang mapan dan berkelanjutan.

Baca Juga  DPRD Berau Ingatkan Pemda Jaga Iklim Investasi, Utamakan Tenaga Kerja Lokal

​”Di kampung-kampung itu banyak saya lihat anak-anak lulusan SMA yang lebih banyak mau cari uang sejak usia muda daripada sekolah. Fenomena ini harus menjadi catatan serius bagi pemerintah daerah untuk mencari format penyelesaian yang tepat agar mereka bisa membangun usaha dengan langkah yang benar,” ujar Gideon.

​Lebih lanjut, legislator ini menekankan bahwa keberanian generasi muda dalam berbisnis adalah aset daerah yang berharga jika dikelola dengan pembinaan yang tepat. Ia mengusulkan agar pemerintah tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan formal, tetapi juga aktif menyelenggarakan seminar bisnis yang menghadirkan mentor profesional. Tujuannya adalah untuk membedah potensi pasar dan memberikan prospek usaha yang lebih terukur bagi para pelaku usaha pemula di tingkat lokal.

Baca Juga  Dapat Bankeu Provinsi Rp 334 Miliar, DPUPR Diharapkan Bekerja Maksimal Untuk Pembangunan Infrastruktur Berau

​”Tentu tidak hanya lewat seminar. Pendampingan dan pelatihan juga sangat diperlukan agar generasi muda kita tahu apa yang baik untuk keberlanjutan usahanya. Kita ingin mereka memiliki prospek bisnis yang jelas, bukan sekadar mencoba-coba tanpa arah,” tegasnya.

​Gideon berharap, dengan adanya campur tangan pemerintah melalui pembekalan skill dan manajerial, semangat kewirausahaan pemuda Berau dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah di masa depan. Upaya ini dipandang sebagai langkah konkret untuk mengubah tantangan ekonomi menjadi peluang produktif yang mampu menekan angka pengangguran sekaligus melahirkan pengusaha-pengusaha lokal baru yang tangguh. (Cha/Adv)

Baca Juga  Subroto Soroti Ketimpangan Distribusi Guru di Berau