banner dprd berau

Jelang Idulfitri, Pemkab Berau Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Lewat Gerakan Pangan Murah

Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau menggelar kegiatan gerakan pangan murah yang dirangkaikan dengan High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta operasi pasar LPG, sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyampaikan bahwa momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga terjangkau.

“Stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok merupakan faktor penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat, terutama menjelang Idulfitri. Inflasi yang tidak terkendali akan berdampak langsung pada daya beli masyarakat, khususnya kelompok prasejahtera,” ujarnya.

Baca Juga  200 Sopir DT Terdampak Sulitnya Galian C, Komisi II DPRD Berau Minta OPD Segera Bertindak

Ia menjelaskan, gerakan pangan murah merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan bahan pangan yang terjangkau, berkualitas, dan merata hingga ke seluruh wilayah, baik pesisir maupun pedalaman.

Selain itu, pemerintah juga melaksanakan operasi pasar LPG dengan menyalurkan sebanyak 1.000 tabung gas kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan energi rumah tangga tetap aman, terutama bagi masyarakat dan pelaku usaha kecil.

“Distribusi dan ketersediaan LPG harus kita jaga agar berjalan lancar dan tepat sasaran, karena ini merupakan kebutuhan penting bagi rumah tangga dan UMKM,” jelasnya.

Baca Juga  Keluhan Warga Kampung Menggunung, DPRD Minta Aksi Nyata 2027

Tak hanya itu, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan pangan secara langsung kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

Sri Juniarsih menegaskan, program ini sejalan dengan agenda pembangunan tahun 2026 yang memprioritaskan penguatan kedaulatan pangan dan perluasan akses masyarakat terhadap bahan pokok.

“Kita tidak ingin ada warga Berau yang kesulitan mendapatkan beras, minyak, gula, maupun komoditas lainnya. Pemerintah harus hadir memastikan rantai pasok berjalan lancar, distribusi merata, dan harga tetap terkendali,” tegasnya.

Baca Juga  Jelang Nataru, Wabup Berau Pantau Progres Pembangunan Jembatan Wisata

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa upaya menjaga ketahanan pangan tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari petani, pelaku UMKM, hingga pengusaha.

Ia juga berharap TPID dapat bekerja optimal dalam mengendalikan inflasi daerah, terutama dalam menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi di seluruh wilayah Kabupaten Berau.

“Melalui forum ini, kita harapkan sinergi dan koordinasi antar pemangku kepentingan semakin kuat, sehingga langkah pengendalian inflasi dapat dilakukan secara terarah dan efektif,” pungkasnya. (Cha)