banner dprd berau

FKMB Siap Buka Rute Pelayaran Tanjung Redeb – Tarakan Setelah Lewati Berbagai Tantangan

Tanjung Redeb – Forum Komunitas Maritim Berau (FKMB) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat konektivitas transportasi laut di Kabupaten Berau. Hal ini ditandai dengan rencana pembukaan pelayaran rute Tanjung Redeb–Tarakan yang akan segera direalisasikan.

Ketua FKMB, Hasanul Haq Batubara, menjelaskan bahwa forum tersebut telah berdiri sejak tahun 2007, berawal dari keprihatinan para pelaku usaha maritim terhadap keterbatasan layanan yang saat itu masih terpusat di Tarakan.

“Dulu semua urusan, baik imigrasi, bea cukai, hingga karantina, harus ke Tarakan. Ini tentu menjadi kendala besar, baik dari sisi geografis maupun transportasi,” ujarnya.

Seiring waktu, berbagai layanan penting tersebut telah berhasil dihadirkan di Berau. Namun demikian, FKMB masih melihat perlunya penguatan konektivitas transportasi laut, termasuk menghadirkan kembali jalur pelayaran yang sempat ada di masa lalu.

Baca Juga  Serapan Tenaga Kerja Lokal Berau Terus Meningkat

Hasanul juga menyinggung keberadaan kapal Sadewa yang dulu melayani rute tersebut, namun kemudian berhenti beroperasi seiring membaiknya transportasi darat.

“Sekarang yang belum kita tarik kembali adalah konektivitas pelayaran. Ini yang sedang kita dorong,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, inisiatif pembukaan pelayaran ini sebenarnya sudah dimulai sejak September 2020. Namun, berbagai tantangan, termasuk pandemi COVID-19 dan kendala perizinan, membuat realisasinya tertunda.

Baca Juga  Bentengi Generasi Muda, DPRD Berau Ingatkan Peran Krusial Keluarga Cegah Perkawinan Anak

Upaya tersebut kembali dilanjutkan pada 2024. FKMB kemudian berhasil mengantongi sejumlah rekomendasi dari Dinas Perhubungan, baik di tingkat provinsi Kalimantan Utara maupun Kalimantan Timur.

Meski demikian, proses perizinan tidak berjalan mudah. Perubahan regulasi terkait kapal dengan kapasitas tertentu mengharuskan pengurusan izin melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, termasuk penyesuaian pola trayek yang memakan waktu hingga berbulan-bulan.

“Setelah itu, masih ada temuan dari KSOP Tarakan yang harus kami penuhi. Alhamdulillah semua sudah kita lengkapi,” jelasnya.

Hasanul optimistis pelayaran rute Tanjung Redeb – Tarakan dengan singgah di Tanjung Batu dapat segera beroperasi. Ia menyebut, momentum ini menjadi langkah penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pelaku usaha.

Baca Juga  Soal Kasus Dugaan Ijazah Palsu, Berkas Rekomendasi Bawaslu Dikirim ke Polda

FKMB juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, khususnya dalam proses perizinan hingga tahap realisasi.

“Kami tetap berkomitmen sesuai moto kami, ‘Bertekad Bersama Membangun Dunia Maritim’. Walaupun sempat menghadapi berbagai tantangan, kami tetap konsisten hingga pelayaran ini bisa segera terwujud,” pungkasnya.

Dalam waktu dekat, jadwal pelayaran juga akan disesuaikan, termasuk waktu keberangkatan dari Tarakan agar operasional lebih efisien, terutama dalam pengisian bahan bakar kapal setibanya di Tanjung Redeb. (Cha)