banner dprd berau

Pemkab Berau Libatkan TNI-Polri Amankan Perbatasan

Foto: Sekda Berau Muhammad Said

Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau bergerak cepat mengantisipasi potensi konflik horizontal di wilayah perbatasan yang bersinggungan dengan Kabupaten Kutai Timur.

Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, menegaskan bahwa langkah pengamanan telah ditempuh dengan bersurat resmi kepada seluruh unsur keamanan di daerah.

Surat permintaan pengamanan tersebut ditujukan kepada TNI, Polri, Brimob, Armed, hingga Satpol PP agar segera menurunkan personel sesuai kebutuhan di lapangan.

“Permintaan ini untuk menjaga kondisi di lokasi agar tidak terjadi konflik horizontal,” tegas Said.

Baca Juga  Sri Kumalasari Tekankan: Hidupkan Kembali Food Court Pasar SAD Sebagai Ikon Kuliner Berau

Ia menyebut, koordinasi lintas aparat sebenarnya sudah berjalan bahkan sebelum surat resmi dikirimkan. Asisten I Setkab Berau telah berkomunikasi dengan Asisten Pemerintahan Kutai Timur, sementara jajaran Polres dan Kodim masing-masing juga telah melakukan koordinasi.

Pengamanan disebut akan dilakukan secepatnya. Said berharap unsur Polres, Dandim, Brimob, Armed, dan Satpol PP dapat segera turun setelah adanya surat resmi dari pemerintah daerah.

Baca Juga  UMKM Lokal Dominasi Basar Ramadan di Masjid Agung Berau

Selain pengamanan, Pemkab Berau juga meminta pemerintah Kabupaten Kutai Timur memberikan edukasi kepada warganya agar tidak terjadi penyerobotan lahan yang masuk wilayah administratif Berau.

“Komitmen kita tetap dengan aturan yang ada. Wilayah tersebut secara peraturan masuk Kabupaten Berau. Batasnya sudah tegas dan tidak ada perubahan,” ujarnya.

Tak hanya itu, Pemkab Berau juga akan meminta Gubernur Kalimantan Timur menurunkan tim penanganan batas provinsi untuk melakukan pengecekan lapangan bersama kedua kabupaten.

Baca Juga  Masalah Jalan Rusak Tak Kunjung Tuntas, Ichsan Rapi Minta Kakam Perkuat Komunikasi dengan Pemkab

Di tingkat lokal, dua kepala kampung yakni Kepala Kampung Biatan Ulu dan Biatan Ilir telah sepakat menyiapkan lokasi posko pengamanan. Pemerintah kecamatan juga diminta memantau situasi bersama aparat kampung.

Said menegaskan, pemerintah akan tetap menindaklanjuti persoalan tersebut karena menyangkut wilayah dan warga Berau.

“Walaupun kondisinya dinamis, kita tidak terpengaruh. Ini wilayah Berau dan akan kita pertahankan,” tandasnya. (Cha)