banner dprd berau

Warga Geruduk Kantor PLN Berau, Tuntut Kepastian Pemadaman Listrik

TANJUNG REDEB – Kesabaran masyarakat Kabupaten Berau menghadapi pemadaman listrik yang berlangsung sejak Minggu (25/10) akhirnya memuncak. Ratusan warga mendatangi kantor PLN UP 3 Tanjung Redeb, Jalan APT Pranoto, Senin (26/10) malam, untuk meminta kepastian terkait gangguan pasokan listrik yang belum kunjung teratasi.

Kedatangan massa dipicu pemadaman bergilir yang berlangsung selama dua hari. Minimnya informasi yang dianggap jelas mengenai kondisi kelistrikan turut memancing kekecewaan warga.

Di hadapan masyarakat, Manajer PLN UP 3 Berau, Erwinton Naibaho, berupaya menjelaskan sejumlah kendala yang menyebabkan pasokan listrik terganggu. Namun, penjelasan tersebut belum meredakan kemarahan massa yang menginginkan langkah nyata dari pihak PLN.

Baca Juga  18 Tahun Belum Tuntas, Pemkab Berau Dorong Penyelesaian Sengketa Tapal Batas

Erwinton menyebut gangguan pembangkit pada sistem Mahakam dan Barito menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pasokan listrik ke Berau. Kondisi tersebut membuat PLN harus melakukan pemadaman di sejumlah wilayah.

“Ini sistem interkoneksi dari Mahakam. Sementara itu, sistem Mahakam dan sistem Barito mengalami gangguan pembangkit. Itulah makanya setelah beberapa bulan terakhir ini akibat gangguan pembangkit itu, beberapa daerah kita di Berau terpaksa kami padamkan,” jelasnya.

Selain persoalan pembangkit, kerusakan infrastruktur transmisi juga memperburuk kondisi kelistrikan. Erwinton mengungkapkan, terdapat tower transmisi di jalur Talisayan-Maloy yang roboh sehingga mengganggu penyaluran listrik dari sistem Mahakam menuju Berau.

Baca Juga  Disbudpar Berau Pasang Target Retribusi Pariwisata 2025 Rp 600 Juta

Menurutnya, tower tersebut merupakan bagian penting dalam jaringan pasokan listrik ke wilayah Berau. Saat ini, tim teknis PLN telah berada di lokasi untuk melakukan perbaikan.

“Itu sekarang dalam tahap perbaikan. Tim kita sudah sampai di lapangan dan sedang melakukan upaya perbaikan,” tambahnya.

Meski telah mendapat penjelasan, warga tetap mendesak PLN memberikan kepastian mengenai penanganan gangguan dan langkah untuk mencegah pemadaman berulang.

Baca Juga  Data Kependudukan Jadi Fondasi Perencanaan, Pemkab Berau Dorong Disdukcapil Terus Berinovasi

Masyarakat menilai penjelasan teknis saja tidak cukup untuk menjawab kerugian yang mereka alami akibat terhentinya pasokan listrik, terutama ketika pemadaman berlangsung dalam waktu lama.

“Kami butuh solusi, bukan penjelasan. Banyak yang sudah dirugikan akibat pemadaman ini,” teriak sejumlah warga.

Aksi berlanjut hingga tengah malam. Massa masih berdatangan ke kantor PLN untuk menyuarakan tuntutan mereka. Situasi juga diwarnai aksi pembakaran ban di tengah jalan sebagai bentuk protes atas kondisi kelistrikan yang tak kunjung membaik. (Cha)