Rumput Laut Berau Mulai Dilirik Lagi
TANJUNG REDEB – Pengembangan rumput laut di Kabupaten Berau masih bertumpu di Kampung Karangan, Kecamatan Biatan. Dinas Perikanan (Diskan) Berau kini melihat peluang untuk memperluas budidaya ke kawasan pesisir lainnya, namun langkah tersebut masih menunggu pemetaan kondisi perairan yang dinilai sesuai.
Sekretaris Diskan Berau, Yunda Zuliarsih, mengatakan tidak semua kawasan pesisir otomatis dapat dikembangkan menjadi lokasi budidaya rumput laut. Kondisi perairan, karakter geografis hingga faktor lingkungan menjadi sejumlah pertimbangan sebelum penambahan lokasi dilakukan.
“Karena Berau ini wilayah pesisirnya luas, sebenarnya peluangnya ada. Tetapi kita harus lihat dulu kondisi perairannya seperti apa, apakah memang cocok untuk rumput laut atau tidak,” ujarnya.
Menurut Yunda, pengembangan di lokasi baru perlu dilakukan secara terukur. Pemerintah daerah tidak ingin membuka banyak kawasan sekaligus sebelum mengetahui kemampuan lingkungan dalam mendukung pertumbuhan rumput laut.
Karangan saat ini menjadi kawasan yang masih menjadi perhatian dalam pengembangan komoditas tersebut. Dari lokasi itu, Diskan melihat bagaimana budidaya dapat kembali dikembangkan dengan memperhatikan pengalaman yang pernah terjadi di Berau.
Rumput laut sendiri bukan komoditas baru bagi masyarakat pesisir. Pada era 2000-an, budidaya rumput laut sempat berkembang di sejumlah wilayah, termasuk Ulingan hingga kawasan Pulau Maratua.
Namun, perkembangan tersebut tidak bertahan lama. Salah satu persoalan yang pernah dihadapi pembudi daya adalah munculnya predator alami yang mengganggu pertumbuhan rumput laut.
Pengalaman itu menjadi salah satu bahan evaluasi dalam rencana pengembangan kembali. Diskan menilai faktor lingkungan harus menjadi perhatian sejak awal, sehingga pengembangan tidak hanya mengejar luasan areal budidaya.
“Jangan sampai kita hanya melihat luas wilayahnya saja. Yang paling penting bagaimana kondisi lingkungannya, kemudian apa yang menjadi kendala di lokasi tersebut,” jelasnya.
Selain pemetaan lokasi, ketersediaan bibit juga menjadi bagian yang mulai dipersiapkan. Diskan Berau mempertimbangkan pembangunan kebun bibit untuk mendukung keberlanjutan budidaya apabila pengembangan nantinya diperluas.
Keberadaan kebun bibit dinilai dapat menjadi salah satu penunjang agar pembudi daya tidak kesulitan memperoleh bibit yang sesuai. Namun, rencana tersebut masih membutuhkan kolaborasi dengan pihak lain karena pengembangan di kawasan pesisir dan laut berkaitan dengan kewenangan serta aturan lintas sektor.
“Kami melihat perlu ada kolaborasi. Kalau kebun bibit ini bisa terwujud, tentu akan membantu keberlanjutan budidayanya,” kata Yunda.
Diskan berharap pengembangan rumput laut ke depan tidak sekadar menghidupkan kembali komoditas yang pernah berjaya. Pemetaan lokasi, kesiapan lingkungan, ketersediaan bibit serta kemampuan pembudi daya akan menjadi dasar agar pengembangan dapat berjalan lebih berkelanjutan.
Dengan wilayah pesisir yang cukup luas, Berau masih memiliki peluang untuk menjadikan rumput laut sebagai salah satu alternatif usaha masyarakat pesisir. Namun, peluang tersebut akan diarahkan secara bertahap sesuai hasil kajian dan kesiapan masing-masing kawasan. (Cha)











