banner dprd berau

BLK Berau Jadi Solusi PHK, Kejar Kuota 4.800 Pelatihan dari Kementerian

Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia sebagai upaya menekan angka pengangguran dan membantu pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengoptimalkan Balai Latihan Kerja (BLK) Berau yang baru selesai dibangun.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan pelaksanaan Job Fair 2026 menjadi bagian dari solusi pemerintah dalam mengatasi persoalan ketenagakerjaan, baik pengangguran maupun pekerja setengah menganggur.

“Job Fair hari ini tentu bagian dari solusi yang kita harapkan dapat mengatasi persoalan-persoalan terkait ketenagakerjaan, pengangguran maupun setengah pengangguran,” ujarnya.

Baca Juga  DPRD Berau Tekankan Pentingnya Pembinaan UMKM Berkelanjutan

Selain mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, Pemkab Berau juga menaruh perhatian pada peningkatan keterampilan tenaga kerja melalui BLK. Menurut Gamalis, fasilitas BLK yang baru dibangun saat ini masih belum terisi penuh sehingga akan dimanfaatkan sebagai pusat pelatihan berbagai keahlian.

Ia mengungkapkan, Kementerian Ketenagakerjaan telah menyiapkan kuota pelatihan bagi 4.800 peserta yang berasal dari Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan. Pemkab Berau berupaya agar masyarakat Berau memperoleh porsi yang besar dari kuota tersebut.

“Kita harus merebut angka ini. Ini merupakan bentuk dukungan kementerian terhadap tenaga kerja kita. Mudah-mudahan Berau bisa mendapatkan porsi yang dominan,” katanya.

Baca Juga  Jelang Idulfitri, Pemkab Berau Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Lewat Gerakan Pangan Murah

Gamalis menjelaskan, bagi daerah yang belum memiliki BLK, kementerian akan mendatangkan fasilitas pelatihan secara langsung. Sementara daerah yang telah memiliki BLK, termasuk Berau, akan difasilitasi dengan berbagai peralatan dan kebutuhan pelatihan.

Berbagai program pelatihan yang disiapkan meliputi barista, barbershop, tata boga, tata rias (styling), tata kecantikan, hingga pengelasan. Seluruh pelatihan tersebut diarahkan untuk menciptakan tenaga kerja yang mandiri dan mampu membuka usaha sendiri.

Baca Juga  Dorong Kafe Literasi Jadi Ruang Kreatif Baru di Berau

“Pelatihannya diutamakan untuk kemandirian. Jadi setelah mengikuti pelatihan, mereka bisa membuka usaha sendiri, seperti barbershop, jasa tata rias, usaha pengantin, barista, maupun bidang keterampilan lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, program tersebut juga menjadi salah satu solusi bagi masyarakat yang terdampak PHK agar memiliki keterampilan baru yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini maupun peluang berwirausaha.

Dengan dukungan pelatihan berbasis keterampilan tersebut, Pemkab Berau berharap angka pengangguran dapat ditekan sekaligus melahirkan tenaga kerja yang lebih kompeten dan siap bersaing di dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.(Cha)