BNPB Kejar Momen Awan, Siaga Terbang 30 Menit Demi Kurangi Karhutla Berau
Tanjung Redeb – Kecepatan menjadi kunci dalam pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Kabupaten Berau. Setiap kali potensi awan hujan terdeteksi, tim hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk memuat bahan semai sebelum pesawat lepas landas.
Analis Kebencanaan Ahli Madya Kedeputian Bidang Penanganan Darurat BNPB, Tono Sumarsono, mengatakan seluruh personel disiagakan agar tidak kehilangan momentum pembentukan awan yang berpotensi menghasilkan hujan.
“Begitu radar dan analisis meteorologi menunjukkan adanya potensi awan semai, proses loading maksimal 30 menit dan pesawat langsung terbang,” ujarnya, Senin (24/8).
Dalam operasi yang direncanakan berlangsung selama lima hari itu, BNPB mengerahkan satu unit pesawat Cessna Grand Caravan 208B beserta 10 ton garam penyemaian yang didatangkan dari Jakarta melalui Balikpapan.
Satu kali penerbangan atau sortie mampu membawa sekitar satu ton bahan semai. Jumlah penerbangan setiap hari bersifat fleksibel dan bergantung pada kondisi atmosfer. Jika potensi awan mencukupi, tim menargetkan dapat melaksanakan hingga empat sampai lima sortie dalam sehari.
Menurut Tono, operasi modifikasi cuaca merupakan respons atas permintaan Pemerintah Kabupaten Berau untuk membantu mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap di sejumlah wilayah.
Pelaksanaan OMC melibatkan berbagai instansi, di antaranya BRIN, BMKG, BPBD, pihak Bandara Kalimarau, serta TNI AU. Pemantauan cuaca dilakukan sejak pagi hingga malam untuk memastikan setiap peluang pembentukan awan dapat dimanfaatkan.
Melalui operasi ini, BNPB berharap hujan buatan dapat membantu memadamkan titik api, mengurangi kabut asap, serta memperbaiki kualitas udara sehingga aktivitas masyarakat di Berau kembali normal.(Cha)











