Dispusip Berau Siapkan Konten Digital Kreatif untuk Dekatkan Literasi ke Generasi Muda
Tanjung Redeb – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau terus menyesuaikan diri dengan perkembangan era digital. Salah satu langkah yang ditempuh adalah meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam memproduksi konten kreatif agar layanan perpustakaan dan kearsipan semakin dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Multimedia Kreatif untuk Media Sosial yang berlangsung selama dua hari. Pelatihan ini membekali peserta dengan kemampuan membuat video, desain grafis, copywriting, hingga strategi penyusunan konten yang menarik dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Sekretaris Dispusip Berau, Sunarto, mengatakan perubahan pola masyarakat dalam mengakses informasi menuntut perpustakaan untuk tidak lagi hanya mengandalkan layanan secara konvensional. Menurutnya, media sosial kini menjadi sarana penting untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus membangun budaya literasi di ruang digital.
“Perkembangan teknologi menuntut perpustakaan dan layanan kearsipan untuk beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat. Keberadaan media sosial kini menjadi ruang strategis untuk mendekatkan layanan kepada publik, khususnya generasi muda,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberadaan akun media sosial tidak cukup hanya menjadi tempat menyampaikan pengumuman atau informasi kegiatan. Lebih dari itu, media sosial harus mampu menjadi ruang yang menghadirkan edukasi, inspirasi, serta memperkenalkan berbagai layanan perpustakaan kepada masyarakat secara lebih menarik.
Sunarto menambahkan, perpustakaan saat ini dituntut lebih aktif menjangkau masyarakat melalui platform digital, sehingga informasi mengenai program literasi maupun layanan kearsipan dapat diakses lebih luas tanpa dibatasi ruang dan waktu.
“Perpustakaan dan kearsipan harus hadir di ruang digital. Media sosial harus menjadi etalase yang memperkenalkan layanan, program, serta berbagai aktivitas literasi kepada masyarakat,” katanya.
Melalui pelatihan tersebut, Dispusip Berau berharap setiap pengelola media sosial mampu menghasilkan konten yang kreatif, informatif, dan interaktif sehingga minat masyarakat terhadap literasi terus meningkat. Ilmu yang diperoleh selama workshop juga diharapkan dapat langsung diterapkan di lingkungan kerja masing-masing untuk memperkuat transformasi layanan perpustakaan berbasis digital.(Cha)











