Disdik Berau Pastikan Seluruh Kampung Kini Telah Memiliki Layanan PAUD
Tanjung Redeb – Program Satu Kampung Satu PAUD yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Berau terus menunjukkan hasil positif. Program yang bertujuan memperluas akses pendidikan anak usia dini tersebut kini telah melampaui target awal, dengan sejumlah kampung bahkan memiliki lebih dari satu satuan PAUD.
Saat ini, terdapat 236 satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Berau. Keberadaan lembaga tersebut telah memberikan layanan pendidikan kepada lebih dari 8.800 anak usia dini.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, Mardiatul Idalisah, mengatakan secara umum seluruh kampung di Berau kini telah memiliki layanan PAUD. Bahkan, di beberapa wilayah jumlahnya mencapai dua hingga lima lembaga sesuai kebutuhan masyarakat.
“Setiap satu kampung sudah memiliki PAUD, bahkan ada yang lebih. Ada kampung yang memiliki dua, tiga, empat, sampai lima PAUD. Artinya kebutuhan layanan pendidikan anak usia dini sudah semakin terpenuhi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh satuan PAUD yang telah memperoleh izin operasional telah melalui proses perizinan secara resmi melalui sistem Online Single Submission (OSS). Lembaga yang telah memenuhi persyaratan administrasi juga dapat memperoleh dukungan pendanaan pemerintah.
Disdik Berau, lanjut Mardiatul, juga rutin melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penyelenggaraan PAUD di seluruh kecamatan. Pengawasan dilakukan tidak hanya terhadap proses pembelajaran, tetapi juga kelengkapan administrasi setiap lembaga.
“Kami selalu melakukan monitoring dan evaluasi ke kecamatan-kecamatan. Administrasi seluruh satuan PAUD juga berada di bawah pembinaan Dinas Pendidikan sehingga terus kami pantau,” katanya.
Menurutnya, layanan PAUD di Berau terdiri atas beberapa kategori, seperti Kelompok Bermain (KB), Satuan PAUD Sejenis (SPS), hingga Taman Kanak-kanak (TK), yang masing-masing melayani kelompok usia berbeda.
“Kelompok Bermain melayani anak sekitar usia tiga tahun, SPS untuk anak usia balita, sedangkan TK untuk anak usia empat sampai enam tahun yang dibagi menjadi kelompok A dan kelompok B,” jelasnya.
Mardiatul menambahkan, pemerintah daerah juga terus mendorong agar seluruh anak di kampung-kampung mengikuti pendidikan PAUD sebelum memasuki jenjang sekolah dasar. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi bersama para Bunda PAUD hingga tingkat kampung.
Meski saat ini anak masih dapat diterima di sekolah dasar tanpa memiliki sertifikat kelulusan TK, pemerintah terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai bagian dari jenjang belajar.
“Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak kita mendapatkan stimulasi pendidikan sejak dini. Karena itu kami bersama Bunda PAUD terus melakukan sosialisasi agar seluruh anak di Berau dapat mengikuti PAUD sebelum masuk SD,” pungkasnya.(Cha)











