banner dprd berau

Budaya Berau Jadi Nilai Tambah Geopark

Tanjung Redeb – Tim Verifikator Geopark Sangkulirang-Mangkalihat menilai potensi budaya di Kabupaten Berau masih dapat dikembangkan lebih maksimal untuk memperkuat nilai geopark. Tidak hanya mengandalkan kekayaan geologi dan keanekaragaman hayati, warisan budaya seperti keraton hingga kawasan bersejarah dinilai dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus sarana edukasi.

Ketua Tim Verifikator Geopark, Prof. Mega Fatimah Rosana, mengatakan kunjungan ke dua Keraton, yakni Sambaliung dan Gunung Tabur di Berau menunjukkan besarnya peluang kolaborasi antara pengelola geopark dengan pengelola situs budaya.

Baca Juga  Betiung dan Baukir, Tradisi Pendewasaan Suku Dayak Gaai Sebelum Menikah

Menurutnya, keraton merupakan bagian dari unsur budaya yang menjadi salah satu pilar utama dalam konsep geopark, selain geologi dan keanekaragaman hayati.

“Misalkan untuk keraton, karena itu adalah bagian dari budaya. Mungkin nanti bisa ada kerja sama atau kolaborasi untuk lebih meningkatkan edukasi mengenai keraton tersebut,” ujarnya.

Selain keraton, Prof. Mega juga menyoroti Museum Teluk Bayur serta kawasan kota tua Teluk Bayur yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya.

Baca Juga  Sutami Serukan Perbaiki Kinerja BUMD, Harap Jadi Kebanggaan Daerah

Ia menyebut kawasan yang memiliki sejarah pertambangan tersebut dapat diangkat menjadi daya tarik baru melalui pengemasan wisata sejarah maupun wisata tambang.

“Yang menjadi catatan adalah Museum Batu Bara Teluk Bayur dan kota tua Teluk Bayur. Itu bisa mulai dieksplorasi lagi, dikembangkan menjadi destinasi wisata budaya. Misalnya wisata tambang karena di sana merupakan awal aktivitas pertambangan atau bangunan-bangunan tua yang masih ada,” jelasnya.

Mega menegaskan konsep geopark tidak hanya berfokus pada kekayaan geologi, tetapi juga mencakup pelestarian budaya, baik berupa warisan benda maupun tak benda.

Baca Juga  Hibah Lahan Buka Jalan Pembangunan TPST di Berau

Budaya tak benda seperti kuliner khas, tradisi, hingga kearifan lokal juga menjadi bagian penting yang perlu terus dijaga dan diperkenalkan kepada masyarakat maupun wisatawan.

“Geopark memiliki tiga aspek, yaitu geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati. Budaya itu ada yang berupa benda dan tak benda, seperti kuliner khas dan tradisi. Semuanya perlu dilestarikan karena menjadi bagian dari kekayaan geopark,” pungkasnya.(Cha)