M2F 2026 Siapkan Dua Bahasa untuk Turis Asing
Tanjung Redeb – Pelaksanaan Maratua Music Festival (M2F) 2026 terus dimatangkan dengan berbagai strategi untuk menjangkau lebih banyak wisatawan, khususnya turis mancanegara yang berlibur di Pulau Maratua.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan penggunaan dua bahasa dalam penyampaian informasi acara menjadi salah satu langkah yang akan terus ditingkatkan pada pelaksanaan M2F tahun ini.
Menurutnya, pengalaman penyelenggaraan tahun sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia dan Inggris cukup efektif dalam menarik perhatian wisatawan asing yang tengah menginap di kawasan resort.
“Pengalaman tahun lalu sudah mulai menggunakan dua bahasa. Mudah-mudahan tahun ini terus ditingkatkan sehingga wisatawan juga lebih paham dengan aktivitas yang kita laksanakan,” ujarnya.
Yudha menjelaskan, salah satu strategi yang akan dilakukan adalah memperkuat penyebaran informasi kepada resort-resort yang menjadi lokasi menginap wisatawan asing di Maratua. Pasalnya, sebagian besar wisatawan memiliki aktivitas menyelam pada siang hari dan cenderung memiliki waktu luang pada malam hari, bertepatan dengan pelaksanaan festival.
Karena itu, pihaknya berharap pengelola resort dapat membantu menyampaikan informasi kegiatan kepada para tamu yang menginap.
“Salah satu strateginya adalah informasi kegiatan disampaikan ke resort-resort tempat wisatawan menginap. Siang hari mereka biasanya diving, sedangkan malam hari relatif kosong sehingga bisa menghadiri kegiatan,” katanya.
Beberapa resort yang disebut memiliki jumlah wisatawan asing cukup banyak di antaranya Green Nirvana, Guest House Maratua, Noah Resort, serta sejumlah penginapan lainnya yang berada di kawasan Pulau Maratua.
Yudha menambahkan, koordinasi dengan pengelola resort akan terus diperkuat agar informasi mengenai jadwal dan rangkaian kegiatan M2F dapat diterima wisatawan secara jelas dan tepat waktu.
Sementara itu, penyelenggara EO Mata Sanggam, Morten juga mencontohkan pengalaman tahun lalu saat melakukan wawancara dengan seorang wisatawan asal Swiss yang awalnya berencana meninggalkan Maratua.
Namun setelah mendapatkan informasi dari pihak resort mengenai adanya festival musik, wisatawan tersebut memutuskan untuk tetap tinggal dan menghadiri acara.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya keterlibatan resort dalam mendukung promosi M2F kepada wisatawan mancanegara yang sedang berkunjung ke Maratua.
Dengan informasi yang lebih mudah dipahami melalui dua bahasa, diharapkan tingkat partisipasi wisatawan asing dalam festival tahunan tersebut semakin meningkat. (Cha)











