Wisata Ramah Lingkungan, Tumbler Jadi Kewajiban
Tanjung Redeb – Upaya mengurangi persoalan sampah di kawasan wisata Kepulauan Maratua terus didorong pemerintah daerah. Salah satu langkah yang diwacanakan adalah pembatasan bahkan pelarangan minuman kemasan sekali pakai yang dibawa wisatawan ke destinasi wisata.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan wacana tersebut sejalan dengan arahan yang disampaikan dalam berbagai pertemuan terkait penanganan sampah di kawasan wisata.
Menurutnya, pemerintah tengah mempertimbangkan penerapan aturan yang mewajibkan wisatawan menggunakan tumbler atau wadah minum yang dapat digunakan kembali saat berkunjung ke destinasi wisata, khususnya di Maratua.
“Jika perlu nanti ada pembatasan. Wisatawan maupun speedboat yang ke sana dilarang membawa minuman kemasan. Cukup menggunakan fasilitas isi ulang yang tersedia di lokasi,” ujarnya.
Yudha menjelaskan, langkah tersebut tidak hanya menyasar wisatawan, tetapi juga pelaku usaha pariwisata dan masyarakat setempat. Edukasi diperlukan agar penggunaan produk sekali pakai dapat dikurangi secara bertahap.
Ia menilai, pembatasan peredaran minuman dan makanan dalam kemasan berpotensi menekan volume sampah plastik yang selama ini menjadi persoalan di kawasan wisata pesisir dan pulau-pulau kecil.
“Di beberapa daerah sudah diterapkan seperti itu. Kalau memang Maratua dianggap darurat sampah, selain mengelola sampahnya, kita juga harus melakukan pembatasan sumber sampahnya,” katanya.
Terkait pelaku usaha, termasuk resort dan penginapan di kawasan wisata, Yudha menegaskan aturan yang nantinya diterapkan akan berlaku bagi seluruh pihak tanpa pengecualian.
“Pemilik resort juga sama. Prinsipnya pembatasan agar volume sampah, terutama sampah plastik, bisa berkurang,” tegasnya.
Meski demikian, wacana tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut sebelum dituangkan dalam aturan atau standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di kawasan wisata Berau.
Pemerintah juga akan mempertimbangkan kesiapan fasilitas pendukung seperti penyediaan air minum isi ulang bagi wisatawan dan pelaku usaha.(Cha)











