banner dprd berau

Menuju Geopark Nasional, Berau Benahi Destinasi

Tanjung Redeb – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau terus mematangkan persiapan menjelang verifikasi lapangan Geopark yang akan dilakukan tim penilai. Sejumlah geosite dan objek wisata unggulan yang masuk dalam agenda kunjungan mulai dipersiapkan secara lebih intensif.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu kepastian lokasi yang akan dikunjungi tim verifikator. Namun, berbagai persiapan telah berjalan dan melibatkan pengelola wisata maupun masyarakat setempat.

“Kalau persiapannya sudah on progress terus. Nanti lokasi yang sudah dipastikan dikunjungi akan lebih kita persiapkan, termasuk pengelola wisata dan masyarakat yang nantinya menjelaskan dukungan mereka terhadap pengembangan geosite,” ujarnya.

Baca Juga  9 Jam Lewati Hutan Meratus, Kawal Logistik Pemilu 2024 Tiba di TPS Terluar

Salah satu lokasi yang diperkirakan menjadi perhatian dalam verifikasi adalah kawasan pesisir, termasuk geosite yang telah berkembang menjadi destinasi wisata unggulan seperti Labuan Cermin.

Menurut Yudha, keberadaan Jembatan Hibung yang membuka akses lebih mudah dari Samarinda, Balikpapan, Bontang hingga Kutai Timur memang memberikan keuntungan bagi sektor pariwisata Berau. Meski tidak berkaitan langsung dengan penilaian Geopark, infrastruktur tersebut dinilai mampu mendukung perkembangan geosite di wilayah pesisir.

“Dengan akses yang semakin terbuka, geosite-geosite di pesisir tentu akan lebih berkembang dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” katanya.

Baca Juga  Sutami Soroti Keterbatasan Armada Sampah di Pasar SAD: Perlu Jadwal Pengangkutan Lebih Intensif

Ia menjelaskan, geosite yang masuk dalam agenda verifikasi umumnya merupakan lokasi yang sudah memiliki sarana dan fasilitas pendukung. Seperti di Labuan Cermin yang telah dilengkapi fasilitas wisata, maupun kawasan Air Panas Pemapak yang juga telah mendapatkan pembangunan infrastruktur pendukung.

Karena itu, fokus utama yang saat ini menjadi perhatian adalah menjaga kebersihan kawasan wisata. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi sebelumnya, aspek kebersihan menjadi salah satu catatan penting yang harus diperhatikan.

“Peningkatannya mungkin lebih ke masalah kebersihan yang harus kita jaga. Kemarin saat monev juga ditekankan soal kebersihan,” jelasnya.

Baca Juga  Kekurangan Dokter Spesialis di Berau Disorot DPRD, Ratna Dorong Pemkab Prioritaskan Program Pendidikan Dokter

Untuk mengatasi persoalan sampah di kawasan geosite, Disbudpar berencana memperkuat kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), termasuk dalam pengelolaan sampah melalui sistem TPS 3R.

Yudha berharap proses verifikasi ini dapat mengantarkan Berau memperoleh pengakuan sebagai Geopark Nasional. Menurutnya, status tersebut akan membuka peluang lebih besar untuk mendapatkan dukungan program dari pemerintah pusat dalam pengembangan kawasan geosite dan pariwisata daerah.

“Kami berharap target awalnya bisa menjadi Geopark Nasional. Kalau status nasional tercapai, tentu peluang program-program dari pusat untuk mendukung pengembangan kawasan ini akan lebih banyak lagi,” pungkasnya.(Cha)