banner dprd berau

Sedimentasi Drainase Jadi Sorotan DLHK

Tanjung Redeb – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau menyoroti kondisi sedimentasi pada sejumlah saluran drainase yang dinilai menjadi salah satu faktor penghambat aliran air menuju sungai saat hujan dengan intensitas tinggi.

Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, mengatakan hasil peninjauan lapangan menunjukkan adanya endapan sedimen di dalam saluran yang berpotensi memperlambat laju air menuju muara.

“Setelah saya ke lapangan memang ada fakta berupa endapan sedimen. Artinya air tidak mengalir dengan cepat ke muaranya,” ujarnya.

Baca Juga  Suara Perempuan Menggema di May Day, Tolak Diskriminasi dan Kerja Murah

Meski demikian, ia menyerahkan kajian teknis lebih lanjut kepada instansi dan bidang yang menangani drainase untuk menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

Terkait dugaan gulma yang disebut menjadi penyebab terhambatnya aliran air, Zulkifli mengaku tidak menemukan keberadaan gulma di dalam saluran drainase maupun gorong-gorong saat melakukan pengecekan langsung.

Namun apabila ditemukan tumpukan gulma di area hilir atau muara drainase, ia berharap masyarakat bersama pemerintah kelurahan dapat bergotong royong melakukan pembersihan.

Baca Juga  Perizinan Bangunan Laut Derawan Dipersulit, Warga Terjepit Regulasi Pusat Berau

“Makanya saya meminta bukan hanya DLHK yang aktif, tetapi masyarakat sekitar juga ikut berperan serta,” katanya.

DLHK, lanjutnya, telah melakukan pemantauan terhadap sejumlah titik drainase. Selain itu, pihaknya juga menerima informasi dari warga mengenai adanya penyempitan saluran di kawasan Sei Tarum yang perlu mendapat perhatian.

Untuk mendukung kegiatan pembersihan lingkungan dan saluran air, DLHK memastikan siap membantu pengangkutan sampah hasil kerja bakti warga tanpa biaya.

Baca Juga  Program PTSL Berlanjut Tahun ini, Target 18 Desa

“Kita dukung. Kalau ada kerja bakti dan perlu pengangkutan sampah, silakan koordinasi. Kita bantu,” tegasnya.

Zulkifli menekankan bahwa penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan drainase dan lingkungan menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko genangan saat musim hujan.

“Masalah ini bukan masalah pemerintah saja, tetapi masalah kita semua,” pungkasnya.(Cha)