Masa Tunggu Hingga 14 Tahun, 215 Jemaah Haji Berau Akhirnya Berangkat
Tanjung Redeb – Sebanyak 215 jemaah haji asal Kabupaten Berau dipastikan berangkat menuju Tanah Suci pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Para jemaah diberangkatkan dalam empat kelompok terbang (kloter) dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Plt. Kepala Kementrian Haji Kabupaten Berau, Hindun Nahdiani menyebut, satu kloter telah diberangkatkan lebih awal pada 29 April 2026, sementara tiga kloter lainnya dijadwalkan berangkat sepanjang Mei 2026.
“Kloter tiga alhamdulillah sudah diberangkatkan pada 29 April 2026. Selanjutnya kloter 14 akan berangkat 14 Mei 2026, kemudian kloter 16 dan 17 diberangkatkan pada 18 Mei 2026,” ujar Hindun.
Dari total 215 jamaah, sebanyak 85 orang merupakan laki-laki dan 130 perempuan. Empat di antaranya masuk kategori lanjut usia.
Jemaah termuda tercatat berusia 24 tahun atas nama Faisal Fahrul Raja bin Yuliansyah, sementara jemaah tertua berusia 81 tahun atas nama Indamasriah binti Umar.
Pemerintah juga mengingatkan bahwa keberangkatan haji bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan spiritual.

Selain itu, para jamaah diingatkan untuk memanfaatkan kesempatan ibadah dengan maksimal mengingat masa tunggu keberangkatan haji reguler di Indonesia yang mencapai belasan tahun.
Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, meminta seluruh jemaah memusatkan perhatian pada pelaksanaan ibadah selama berada di Tanah Suci dan tidak terlalu memikirkan urusan belanja maupun oleh-oleh.
“Fokuslah pada ibadah, penuhi setiap syarat maupun rukun ibadah. Tidak perlu memikirkan oleh-oleh atau belanja berlebihan. Belanja seperlunya, karena yang paling penting adalah ibadah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, memperbanyak zikir, serta mengikuti seluruh arahan petugas haji agar perjalanan ibadah berjalan lancar.
Menurutnya, kekompakan antarjemaah juga menjadi hal penting selama berada di Arab Saudi. Para jemaah diminta aktif berkomunikasi dengan ketua regu agar tidak terpisah dari rombongan.
Selain itu, Sri Juniarsih menekankan bahwa jemaah haji asal Berau membawa nama daerah dan Indonesia selama berada di Tanah Suci, sehingga sikap dan perilaku harus dijaga dengan baik.
“Jagalah nama baik bangsa dan daerah. Bersikaplah yang baik, berkatalah yang baik, dan saling tolong-menolong dalam kebaikan,” tandasnya.
Di akhir sambutannya, ia berharap seluruh jemaah diberikan kesehatan, kemudahan menjalankan rangkaian ibadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur dan mabrurah. (Cha)











