Erlita Soroti Kapasitas RS Baru dan Kekurangan Obat Meski Ada Silpa
Tanjung Redeb – Ketua Komisi I DPRD Berau, Erlita Herlina, menyoroti sejumlah persoalan krusial dalam pengelolaan rumah sakit daerah saat rapat pembahasan LKPJ. Ia menekankan pentingnya perencanaan matang, khususnya terkait pemindahan layanan ke rumah sakit baru serta kecukupan fasilitas yang tersedia.
Erlita mengungkapkan, hingga saat ini proses pemindahan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) masih terkendala perizinan. Hal ini dinilai perlu segera dituntaskan agar tidak menghambat operasional rumah sakit ke depan.
Selain itu, ia mempertanyakan kesiapan kapasitas ruang di rumah sakit baru. Pasalnya, rumah sakit lama memiliki lebih dari 170 ruangan, sementara bangunan baru hanya sekitar 120 ruangan. “Kalau dipindah semua, apakah cukup? Atau nanti dua-duanya dioperasikan, atau salah satunya dioptimalkan,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, Komisi I juga menyoroti adanya sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) sekitar Rp23 miliar. Erlita menilai kondisi ini perlu dikaji lebih dalam, mengingat masih ditemukan keluhan kekurangan obat di rumah sakit.
Menurutnya, persoalan ini harus segera dijelaskan oleh pihak manajemen rumah sakit, termasuk kendala yang dihadapi serta solusi yang bisa dilakukan. Ia menegaskan, kekurangan obat tidak boleh terjadi di tengah masih adanya anggaran tersisa.
Erlita juga mengingatkan agar kebijakan efisiensi tidak berdampak pada pelayanan kesehatan, khususnya ketersediaan obat. Ia menekankan bahwa pasien tidak bisa menunda kebutuhan pengobatan hanya karena alasan efisiensi anggaran.
“Jangan sampai masyarakat beranggapan BPJS tidak menanggung semua obat, padahal bisa jadi ada persoalan lain di internal rumah sakit,” tutupnya. (Cha/ADV)











