Isu Kenaikan BBM Picu Panic Buying, Pemerintah Pastikan Harga Tetap
Jakarta – Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi sebesar 10 persen per 1 April 2026 sempat memicu kepanikan di tengah masyarakat. Kabar yang beredar luas di media sosial itu membuat warga berbondong-bondong mengantri di sejumlah SPBU untuk mengisi bahan bakar, bahkan hingga membawa jeriken untuk menimbun bensin.
Kondisi ini diperparah dengan spekulasi kenaikan harga minyak dunia akibat konflik di kawasan Timur Tengah, yang disebut-sebut turut mendorong potensi penyesuaian harga BBM di dalam negeri. Sejumlah negara juga dikabarkan mengalami kenaikan harga energi hingga menetapkan status darurat energi nasional.
Namun demikian, pemerintah memastikan kabar tersebut tidak benar. Melalui keterangan resmi, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi yang dilansir dari Kompas.com menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada rencana penyesuaian harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi.
“Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi,” ujarnya.
Penegasan tersebut merupakan hasil koordinasi antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan PT Pertamina (Persero), atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pasalnya, ketersediaan BBM nasional dipastikan dalam kondisi aman.
“Kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin,” tambah Prasetyo.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa cadangan energi nasional saat ini berada di atas standar minimum. Cadangan tersebut mencakup bensin, solar, avtur, hingga elpiji.
Ia menjelaskan, ketahanan energi nasional turut diperkuat oleh implementasi program mandatori B50, yakni campuran 50 persen minyak sawit dan 50 persen solar. Selain itu, peningkatan kapasitas produksi kilang melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan juga menjadi faktor pendukung.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah memastikan pasokan energi dalam negeri tetap stabil, meskipun harga dan pasokan energi global tengah bergejolak akibat ketegangan geopolitik.
“Kita bersyukur, cadangan BBM kita semuanya di atas standar minimal nasional,” pungkasnya. (*)











